Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 FEBRUARI 2021
P. 109
Terkait hal itu, anggota Komisi II DPR RI Fraksi Demokrat Anwar Hafid menilai pengurangan
masa libur memang tepat, hanya saja jika itu dilakukan dengan alasan pandemi.
"Kalau alasannya karena pertimbangan mencegah penularan Covid-19 saya kira sangat tepat,"
ujar Anwar, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (17/2/2021).
Akan tetapi, Anwar mengimbau agar kebijakan itu lebih dahulu dikaji secara komprehensif,
sehingga nantinya benar-benar diketahui alasan Menpan RB memperpendek libur Idulfitri dan
Tahun Baru.
"Namun perlu dikaji lebih komprehensif lagi, sehingga di satu pihak pengurangan masa libur
tersebut semata-mata benar-benar karena alasan pandemi," jelas Anwar.
Sebelumnya diberitakan, demi mencegah meluasnya penularan Covid-19, libur Hari Raya hingga
libur Tahun Baru 2022 diusulkan dipersingkat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengusulkan libur ini. Tjahjo menilai
pemangkasan cuti bersama dan pelarangan ASN ke luar kota saat libur panjang efektif
mengurangi penambahan penularan kasus corona.
"Kami usulkan supaya libur Idulfitri (sampai) tahun baru enggak ada H-5 atau H+5, atau H-10
H+10, diperpendek.
Dengan protokol kesehatan yang ketat, disiplin," kata Tjahjo saat acara Penghargaan Pelayanan
Publik Lingkup Polri yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian PANRB, Selasa (16/2/2021).
Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2021 pada 12 Mei dan 17-19 Mei
2021. Tjahjo mengatakan usulan itu nantinya turut dibarengi dengan instrumen sanksi bagi para
ASN maupun anggota TNI-Polri yang berlibur ke luar kota.
Menurutnya, aparatur pemerintah harus menjadi contoh berdisiplin yang baik bagi
masyarakat."Dan sanksi yang tegas baik bagi ASN, TNI-Polri, dan bisa beri contoh ke
masyarakat," kata dia.
Ditegaskan, saat menerapkan larangan ASN, TNI dan Polri ke luar kota saat libur panjang Imlek
12-14 Februari 2020 lalu mampu menurunkan penambahan pasien Covid-19 hingga 25 persen.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan jadwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun
2021 dalam Surat Keputusan Bersama pada 10 September 2020 lalu.
Total ada 15 hari libur nasional dan 7 hari cuti bersama sepanjang tahun 2021. Keputusan
tersebut tercantum dalam SKB Cuti Bersama Tahun 2021 Nomor 642/2020, Nomor 4/2020 dan
Nomor 4/2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.
SKB tersebut adalah keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Dalam SKB
tersebut dijelaskan, penetapan tanggal 1 Ramadan 1442 Hijriah, Hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah
dan Hari raya Idul Adha 1442 Hijriah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama.
Selain itu, lembaga atau perusahaan yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada
masyarakat dapat mengatur penugasan pegawai pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
2021.
Lembaga atau perusahaan yang dimaksud seperti rumah sakit, perbankan, lembaga yang
memberikan pelayananan telekomunikasi, listrik, air, minum, pemadan kebakaran, keamanan
dan ketertiban, perhubungan dan lembaga atau perusahaan sejenis.
Sementara pelaksanaan cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara dilakukan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
108

