Page 246 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 246
PENGAMAT UNSOED: PENAMBAHAN ANGGARAN PROGRAM PRAKERJA PERLU
DIAPRESIASI
Purwokerto - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Slamet
Rosyadi mengatakan wacana pemerintah untuk menambah anggaran Program Kartu Prakerja
perlu diapresiasi karena merupakan langkah yang tepat di tengah pandemi COVID-19.
"Wacana penambahan anggaran Program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun menjadi Rp30
triliun dari sebelumnya Rp20 triliun tersebut sangat tepat, mengingat mereka yang sedang
menganggur tentu membutuhkan bantuan sosial," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas,
Senin.
Dia menambahkan kebijakan tersebut sangat strategis untuk meringankan beban ekonomi para
pencari kerja ataupun mereka yang mengalami PHK selama pandemi.
Kendati demikian, kata dia, Program Kartu Prakerja perlu terus ditingkatkan pada masa
mendatang agar makin tepat guna dan tepat sasaran.
"Salah satu yang perlu ditingkatkan oleh program ini adalah materi pelatihan harus sesuai
dengan kebutuhan para pencari kerja," katanya.
Selain itu, kata dia, materi pelatihan yang terdapat dalam program tersebut harus bersifat
terapan.
"Setelah itu perlu pendampingan dari pihak pengelola Kartu Prakerja sehingga ada jaminan para
peserta pelatihan memanfaatkan hasil pelatihan," katanya.
Dia berharap wacana penambahan anggaran Program Kartu Prakerja akan membuat program
tersebut makin berjalan dengan optimal.
Sementara itu seperti diwartakan sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
mengungkapkan akan menambah anggaran Program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun menjadi
Rp30 triliun dari sebelumnya Rp20 triliun untuk mengurangi beban masyarakat di masa
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
"Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi sehingga Program Prakerja bisa menambah jumlah
peserta 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan semula pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk Program Kartu
Prakerja dengan jangkauan 5,6 juta orang peserta. Setelah ditambah anggaran Rp10 triliun,
maka Program Kartu Prakerja bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga target program yang
bersifat pemberdayaan masyarakat ini bisa mencapai 8,4 juta orang.
245

