Page 243 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 243

Demikian  pernyataan  sikap  bersama  Serikat  Pekerja  (SP)/  Serikat  Buruh  (SB)  sektor  tekstil,
              garmen,  sepatu,  kulit  (TGSL)  yang  tergabung  dalam  "Dialog  Sosial  Sektoral  (DSS)  -  Tekstil
              Garmen Sandang Kulit (TGSL), secara virtual Senin (19/7/2021). Pembacaan pernyataan sikap
              bersama itu didahului dengan diskusi bersama secara virtual yang diikuti ratusan pekerja dan
              buruh seluruh Indonesia termasuk wartawan.

              Pernyataan sikap bersama itu ditandantangi sejumlah pimpinan SP/SB antara lain Aan Aminan,
              Ketua  Umum  Federasi  Serikat  Buruh  Militan  (Sebumi);  Dian  Septi  Trisnanti,  Ketua  Umum
              Federasi Serikat Buruh Perssatuan Indonesia (FSBPI); Beni Rusli, Ketua Bidang Antar Lembaga
              Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN).

              Selanjutnya,  mereka  meminta  pemerintah  untuk  memastikan  konsistensi  dan  sanksi  PPKM
              Darurat. "Selama PPKM Darurat dilakukan secara ambigu, longgar, dan tidak konsisten, akan
              semakin lambat penyelesaian pandemic Covid-19," kata Beni Rusli.

              Mereka menuntut pemerintah memastikan perlindungan hak atas kesehatan dan hak-hak dalam
              kerja pekerja. Hal ini termasuk memaksa pengusaha melaksanakan protokol kesehatan ketat,
              menyediakan APD memadai, dan pembayaran upah tanpa pemotongan dengan alasan apa pun
              selama pandemi Covid-19 berlangsung.

              Para pekerja dan buruh juga meminta pemerintah untuk melakukan moratorium pelaksanaan
              UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja selama pandemi Covid-19 berlangsung.

              Pemerintah juga harus memberikan anksi tegas kepada pengusaha yang melakukan pemutusan
              hubungan kerja (PHK), merumahkan pekerja tanpa upah, atau pun memotong upah pekerja
              dengan alasan pandemi Covid-19.

              "Solidaritas gotong royong hanya terjadi apabila semua pihak berkorban; komunitas bisnis pun
              harus  berkorban  merelakan  sejumlah  keuntungan  yang  telah  diraupnya  selama  ini  untuk
              memastikan keberlangsungan hidup pekerjanya," tegas Dian Septi Trisnanti.
              Menurut Dian, pengadaan vaksin gratis bagi pekerja dan anggota keluarganya di lingkungan
              pabrik, jaminan upah dan fasilitas rehabilitasi kesehatan gratis bagi pekerja adalah sejumlah
              tindakan konkrit wujud solidaritas sosial pengusaha di masa sulit ini.

              Pemerintah,  khususnya  Kemnaker,  kata  dian,  hendaknya  juga  sensitif  bekerja  sama  dengan
              serikat pekerja/serikat buruh.

              Lakukan  Advokasi  Pekerja  dan  buruh  yang  tergabung  dalam  Dialog  Sosial  Sektoral-Tekstil
              Garmen  Sandang  Kulit  (DSS-TGSL),  kata  dia,  akan  melakukan  advokasi  bersama  untuk
              memastikan  brands  dan  pengusaha  pelaksana  produksi  tekstil  garmen  sandang  kulit  (TGSL)
              untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar pekerja selama pandemi Covid-19, termasuk hak
              atas kesehatan dan kesehatan kerja (K3), hak atas upah layak.

              "Hanya dengan memastikan hak-hak asasi pekerja, sesuai dengan standar perburuhan ILO yang
              sudah diratifikasi pemerintah RI, Indonesia bisa menang dalam mengatasi dampak pandemic
              Covid-19," kata Diam.

              Dikatakan, jumlah pekerja terdampak secara ekonomi akibat Pandemi Covid-19 diduga kuat akan
              terus bertambah mengingat pandemi masih terus berlangsung sampai hari ini.

              Tanggal 3 Juli 2021, pemerintah menetapkan PPKM Darurat sampai tanggal 2 Agustus 2021.
              Sejumlah  sektor  produksi  dan  ekonomi  diwajibkan  untuk  mengurangi  aktivitas,  bahkan
              menghentikannya  sampai  PPKM  Darurat  dicabut,  demi  mencegah  penyebaran  agresif  virus
              Covid-19.


                                                           242
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248