Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 245
Judul Pengamat Unsoed: Penambahan anggaran Program Prakerja perlu
diapresiasi
Nama Media jateng.antaranews.com
Newstrend Kartu Pra Kerja
Halaman/URL https://jateng.antaranews.com/berita/392946/pengamat-unsoed-
penambahan-anggaran-program-prakerja-perlu-diapresiasi
Jurnalis Wuryanti Puspitasari
Tanggal 2021-07-19 12:54:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Slamet Rosyadi (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Jenderal Soedirman) Wacana
penambahan anggaran Program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun menjadi Rp30 triliun dari
sebelumnya Rp20 triliun tersebut sangat tepat, mengingat mereka yang sedang menganggur
tentu membutuhkan bantuan sosial
positive - Slamet Rosyadi (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Jenderal Soedirman) Salah
satu yang perlu ditingkatkan oleh program ini adalah materi pelatihan harus sesuai dengan
kebutuhan para pencari kerja
positive - Slamet Rosyadi (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Jenderal Soedirman) Setelah
itu perlu pendampingan dari pihak pengelola Kartu Prakerja sehingga ada jaminan para peserta
pelatihan memanfaatkan hasil pelatihan
positive - Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI) Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi
sehingga Program Prakerja bisa menambah jumlah peserta 2,8 juta peserta, sehingga total
anggaran menjadi Rp30 triliun
Ringkasan
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Slamet Rosyadi
mengatakan wacana pemerintah untuk menambah anggaran Program Kartu Prakerja perlu
diapresiasi karena merupakan langkah yang tepat di tengah pandemi COVID-19. "Wacana
penambahan anggaran Program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun menjadi Rp30 triliun dari
sebelumnya Rp20 triliun tersebut sangat tepat, mengingat mereka yang sedang menganggur
tentu membutuhkan bantuan sosial," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
244

