Page 406 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 406
dengan jangka waktu paling lama 30 hari," jelas Menteri Ida dalam konferensi pers pada Kamis
(12/5).
MENAKER: PROSES PENGADUAN THR HARUS SELESAI 30 HARI
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah , mengatakan pengaduan Tunjangan Hari
Raya (THR) akan diselesaikan dalam waktu paling lama 30 hari. Berdasarkan laporan di Posko
THR Kemnaker, tercatat sejak 20 April hingga 12 Mei 2021, ada 977 pengaduan yang sudah
diverifikasi dan divalidasi.
"Proses penyelesaiannya, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pengawas ketenagakerjaan.
Kemudian setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jangka waktu paling
lama 30 hari," jelas Menteri Ida dalam konferensi pers pada Kamis (12/5).
Setelah itu, baru bisa diberikan rekomendasi terkait dengan pengenaan sanksinya. Namun jika
sudah bisa diselesaikan pada waktu pemberian nota pemeriksaan pertama, maka tidak perlu
sampai 30 hari.
"Saya sangat mengapresiasi teman-teman Kadis membuat reaksi cepat, yang akan memproses
secara cepat sehingga tidak membutuhkan waktu lama sampai 30 hari waktu maksimal,"
ungkapnya.
Saat ini, sebanyak 977 pengaduan yang ada sudah diteruskan kepada kepala dinas
ketenagakerjaan provinsi di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kemudian sudah dikirimkan
sebanyak 352 pengaduan untuk menjadi perhatian dinas ketenagakerjaan di 21 provinsi.
Setelah itu, prosesnya akan diteruskan setelah perayaan Idulfitri 2021. Menteri Ida mengatakan,
direncanakan akan ada rapat koordinasi dengan mengundang seluruh Kepala Dinas
Ketenagakerjaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan tim Posko THR untuk melakukan evaluasi.
"Evaluasi mengenai perkembangan lebih lanjut penanganan pengaduan oleh daerah, dan
merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi pengenaan sanksi," katanya.
Kehadiran Posko THR 2021 disebut sebagai komitmen pemerintah, untuk menjaga situasi
ketenagakerjaan yang kondusif sebagai bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi
nasional.
Aduan THR 2021 Semakin Meningkat Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan,
laporan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan
2020. Pada tahun ini, Posko THR menerima sebanyak 977 laporan, sementara pada 2020 hanya
sebanyak 683.
Adapun kondisi tersebut disebabkan adanya kebijakan pembayaran THR secara penuh dan tepat
waktu pada 2021. Sementara itu, pada 2020 ada kelonggaran hingga akhir tahun karena tekanan
Pandemi Covid-19.
"Lebih besar tahun ini karena waktu yang ktia berikan kita harap pembayaran THR bisa dipenuhi
H-1 Lebaran," ujar Menteri Ida, Jakarta , Rabu (12/5).
Meski lebih banyak tahun ini, Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing daerah akan lebih cepat
menyelesaikan masalah THR. Sebab, ekonomi Indonesia sudah lebih baik sehingga kesepakatan
akan lebih mudah ditempuh bersama pengusaha.
"Saya optimis meski kasusnya lebih besar penyelesaiannya akan jauh lebih baik dari 2020 seiring
dengan semakin membaiknya ekonomi kita," tuturnya.
405

