Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 160
Pasrah karena menurut dia pengusaha di sejumlah sektor masih kesulitan untuk bisa membayar
THR para karyawannya.
"Terserah pemerintah, kan katanya ada sanksi. Silakan saja pemerintah yang urus karena ini
sudah di luar kemampuan kami," katanya, Jumat (7/5).
Anton menilai aturan yang dikeluarkan Kemenaker tahun ini tidak memberi kesempatan bagi
perusahaan-perusahaan di sektor yang secara operasional masih terseok-seok, seperti
perhotelan atau transportasi, hingga UMKM. "Ini juga bukan kesalahan perusahaan tapi force
majeure. Mestinya ini keadaan tidak normal, tapi dipaksakan supaya melakukan hal normal
(membayar THR penuh)," ujar Anton.
Dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pemerintah
memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang terdampak covid-19.
Bagi pengusaha yang tidak mampu memberikan THR 2021 sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan atau H-7, pengusaha diharuskan melakukan dialog dengan pekerja. Selanjutnya, hasil
dialog tersebut harus dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.
Namun, pengusaha tetap harus membayar THR paling lambat sehari sebelum hari raya
keagamaan. Jika terlambat, ada sanksi yang dibebankan kepada pengusaha.
"SE Menaker tidak memberi peluang bagi yang tidak mampu. Hanya menekankan, bagi yang
mampu minimal satu minggu sebelum Lebaran harus bayar, yang tidak mampu harus lapor ke
pemda, tapi paling lambat satu hari sebelum Lebaran harus bayar. Jadi tidak ada kata lain, harus
bayar," jelasnya.
Sikap pasrah itu juga didasari masukan pengusaha dalam perundingan tripartit ternyata tidak
dihiraukan. Ia mengatakan perwakilan pengusaha sudah menyatakan masalah yang dihadapi
pengusaha, namun putusan dalam SE Menaker belum mewakili suara pengusaha.
"Semestinya kebijakan yang keluar itu (perusahaan) yang betul-betul tidak mampu silahkan
berunding bipartit karena yang paling tahu kondisi di dalam perusahaan adalah manajemen dan
karyawan," pungkasnya.
159

