Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 38
Judul THR Telat, Siap-siap Sanksi Menanti Pengusaha Cuma Bisa Pasrah
Nama Media rm.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://rm.id/baca-berita/nasional/75330/thr-telat-siapsiap-sanksi-
menanti-pengusaha-cuma-bisa-pasrah
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-05-10 05:10:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Terserah pemerintah kalau ada sanksi.
Silakan saja pemerintah yang urus, karena ini sudah di luar kemampuan kami
negative - Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Ini juga bukan kesalahan perusahaan, tapi
force majeure. Ini keadaan tidak normal tapi dipaksakan supaya melakukan hal normal
negative - Anton J Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Hanya menekankan, bagi yang mampu
minimal satu minggu sebelum Lebaran harus bayar, yang tidak mampu harus lapor ke Pemda.
Tapi paling lambat satu hari sebelum Lebaran harus bayar. Jadi tidak ada kata lain, harus bayar
Ringkasan
Pemerintah mewajibkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran dibayarkan tepat waktu. Jika telat
bayar, sanksi menanti. Sebagian pengusaha cuma bisa pasrah dengan kebijakan tersebut. Wakil
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indo-nesia Bidang Ketenagakerjaan dan
Hubungan Industrial Anton J Supit mengungkapkan, banyak pengusaha di sejumlah sektor masih
ke-sulitan membayar THR untuk para karyawan. Pasalnya, perusahaan masih terdampak Covid-
19.
THR TELAT, SIAP-SIAP SANKSI MENANTI PENGUSAHA CUMA BISA PASRAH
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mewajibkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran dibayarkan
tepat waktu. Jika telat bayar, sanksi menanti. Sebagian pengusaha cuma bisa pasrah dengan
kebijakan tersebut.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indo-nesia Bidang Ketenagakerjaan dan
Hubungan Industrial Anton J Supit mengungkapkan, banyak pengusaha di sejumlah sektor masih
37

