Page 496 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 496

PERUSAHAAN PELANGGAR THR DIANCAM SANKSI, PAN BROTHERS KENA?

              Jakarta, - Batas pembayaran THR paling terakhir sudah makin dekat. Ternyata banyak laporan
              perusahaan  yang  tak  sanggup  bayar  THR  atau  mampu  tapi  tak  langsung  penuh  alias  dicicil
              seperti yang terjadi pada PT Pan Brothers Tbk.

              Sesuai ketentuan perusahaan membayar THR 2021 kepada pekerja sesuai peraturan perundang-
              undangan atau H-7 Idul Fitri. Namun, bisa ada relaksasi H-1, asalkan ada koordinasi lebih dahulu
              dengan pemerintah. Pemerintah juga menegaskan THR 2021 tak boleh dicicil.

              Bagi yang melanggar akan kena sanski. Pengusaha yang tidak membayar THR dalam waktu yang
              ditentukan juga dapat dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan.  Sanksi  tersebut  dapat  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,
              penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, serta pembekuan kegiatan usaha.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Menaker Ida dalam pernyataan resminya Jumat (7/5).

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April s.d 6 Mei 2021. Jumlah
              tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dll.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19.

              Sementara itu, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa Kemnaker mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kita langsung menidaklanjuti pengaduan dalam Posko THR secara periodik, kemudian langsung
              berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk  memerintahkan  pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Sekjen Anwar.

              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk  mengkoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum  pelaksanaan  THR,"  tambah
              Sekjen Anwar.

              Sekjen Anwar juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak
              mampu  memenuhi  pembayaran  THR,  didorong  untuk  melakukan  dialog  untuk  pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Dia juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.
              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.

                                                           495
   491   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501