Page 493 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 493
Judul Pengusaha Pasrah Kena Sanksi Gara-gara Cekak Bayar THR
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210507170047-92-
640114/pengusaha-pasrah-kena-sanksi-gara-gara-cekak-bayar-thr
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-05-07 18:12:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Terserah pemerintah, kan katanya ada
sanksi. Silakan saja pemerintah yang urus karena ini sudah di luar kemampuan kami
negative - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Ini juga bukan kesalahan perusahaan tapi
force majeure. Mestinya ini keadaan tidak normal, tapi dipaksakan supaya melakukan hal normal
(membayar THR penuh)
negative - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) SE Menaker tidak memberi peluang bagi yang
tidak mampu. Hanya menekankan, bagi yang mampu minimal satu minggu sebelum Lebaran
harus bayar, yang tidak mampu harus lapor ke pemda, tapi paling lambat satu hari sebelum
Lebaran harus bayar. Jadi tidak ada kata lain, harus bayar
negative - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Semestinya kebijakan yang keluar itu
(perusahaan) yang betul-betul tidak mampu silahkan berunding bipartit karena yang paling tahu
kondisi di dalam perusahaan adalah manajemen dan karyawan
Ringkasan
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J.
Supit menyebut kalangan pengusaha pasrah apabila nanti mendapatkan sanksi keterlambatan
pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai ketentuan. Pasalnya, ia mengungkapkan bahwa
pengusaha di sejumlah sektor masih kesulitan untuk bisa membayar THR bagi para
karyawannya.
492

