Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 60

AJAK SEMUA ELEMEN LINDUNGI PEKERJA PEREMPUAN

              Kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap pekerja perempuan harus menjadi perhatian
              bersama.  Karena  itu,  DPR  sepakat  untuk  segera  menyelesaikan  pembahasan  Rancangan
              Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dan Perlindungan Pekerja Rumah
              Tangga (PPRT).

              WAKIL  Ketua  DPR  RI  Abdul  Muhaimin  Iskandar  menilai  bahwa  Rancangan  Undang-Undang
              (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sangat diperlukan untuk melindungi buruh dari
              segala tindakan pelecehan maupun kekerasan seksual di tempat kerja.

              "lni  sebagai  upaya  melindungi  masyarakat,  terutama  pekerja  atau  buruh  yang  merupakan
              kelompok  rentan, di  tempat  kerja  mereka.  Entah  itu  ketika  perjalanan  masuk,  pulang  kerja,
              hingga waktu menggunakan fasilitas umum," ujarnya Senin (3/5).

              "Ibarat dua mata pisau yang merusak seseorang dan berdampak pada kesehatan fisik, mental,
              dan kinerja seseorang di tempat

              kerja.  Ini  jelas  akan  merugikan  buruh  dan  pengusaha.  RUU  PKS  perlu  hadir  memberikan
              perlindungan kepada masyarakat," terangnya.

              Pembahasan  Rancangan  Undang-Undang  Penghapusan  Kekerasan  Seksual  (RUU  PKS)  dan
              Perlindungan  Pekerja  Rumah  Tangga  (PPRT)  merupakan  upaya  melanjutkan  perjuangan  RA
              Kartini yang merupakan pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita.
              "RUU PKS dan RUU PPRT konteksnya keberpihakan kepada hak perempuan Indonesia. Kartini
              sudah  berpikir  bagaimana  perempuan  membebaskan  dirinya  dari  kekerasan  seksual  dan
              menghapus kekerasan seksual sebagaimana catatan yang dituliskan," ungkap

              ketua umum PKB itu.

              Cak  Imin,  sapaan  akrab  Muhaimin  Iskandar,  juga  menyampaikan,  RUU  PKS  tidak  hanya
              rancangan regulasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi jaminan bagi perlindungan
              perempuan. Beliau juga menyampaikan, perlindungan itu sangat diperlukan karena perempuan
              berperan penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)
              perlu segera disahkan dan membutuhkan dukungan dari berbagai elemen.

              "Tidak  semua  hal  terkait  kekerasan  seksual  diatur  dalam  undang-undang.  Masih  terdapat
              kekosongan perlindungan hukum. Kita memerlukan landasan hukum yang komprehensif dalam
              penanganan kasus kekerasan seksual, terutama yang berpihak kepada korban," ujarnya.

              Lebih jauh, Cak Imin menyampaikan bahwa terjadi tren peningkatan angka kekerasan terhadap
              perempuan dari tahun ke tahun. Dari data Komnas Perempuan menunjukkan, dalam 12 tahun
              terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat 792 persen atau 8 kali lipat.

              Pada 2019, tercatat 431.471 kasus. Sejak masa pandemi ini, kenaikan angka kekerasan terhadap
              perempuan mencapai 75 persen, sebanyak 14.719 kasus, yaitu 75,4 persen di ranah personal
              (11.105 kasus), 24,4 persen di ranah komunitas (3.602 kasus), dan 0,08 persen dalam ranah
              negara (12 kasus). Dari 3.062 kasus, terjadi di ranah publik mencapai 58 persen.

              Pemerintah,  kata  Cak  Imin,  melalui  Kemen-terian  Ketenagakerjaan  telah  melaksanakan  tiga
              aspek  kebijakan  dalam  memberikan  perlindungan  terhadap  pekerja  perempuan.  Pertama,
              kebijakan  protektif.  Yaitu,  memberikan  perlindungan  bagi  pekerja  perempuan  terkait  fungsi
              reproduksi. Kedua, kebijakan kuratif, yaitu larangan melakukan PHK bagi pekerja perempuan
              karena menikah, hamil, atau melahirkan.



                                                           59
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65