Page 479 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 479

agar  memberikan  solusi.  Dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan
              pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan
              itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Ida.

              Dia  mengatakan  kesepakatan  mengenai  waktu  pembayaran  THR  keagamaan  tersebut  harus
              dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun  2021  kepada  pekerja/buruh  dengan  besaran  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-
              undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              Ketenagakerjaan setempat," katanya.
              Ida  juga  meminta  kepada  perusahaan  agar  dapat  membuktikan  ketidakmampuan  untuk
              membayar  THR  Keagamaan  tahun  2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan secara transparan.

              Sementara itu, dalam rangka mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran
              THR Keagamaan tahun 2021 dan pelaksanaan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat
              dan daerah, Menaker Ida meminta Gubernur beserta Bupati/Wali kota untuk menegakkan hukum
              sesuai kewenangannya terhadap pelanggaran pemberian THR Keagamaan tahun 2021 dengan
              memperhatikan rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

              Ia juga meminta Gubernur dan Bupati/Wali kota untuk membentuk Pos Komando Pelaksanaan
              Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  (Posko  THR)  dengan  tetap  memperhatikan
              prosedur/protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
              "Kami juga meminta Gubernur dan Bupati/Wali kota agar melaporkan data pelaksanaan THR
              Keagamaan  tahun  2021  di  perusahaan  dan  tindak  lanjut  yang  telah  dilakukan  kepada
              Kementerian Ketenagakerjaan," ucapnya.

              Soal  THR tahun  2021  ini  dibayar  penuh  sudah disuarakan  sejumlah  aktivitas  serikat  pekerja
              termasuk di Sukabumi. Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin sejak beberapa
              hari lalu menegaskan pernyataan sikap organisasi yang menolak pembayaran THR dicicil.

              "Saya  DADENG  NAZARUDIN  sebagai  KETUA  DPC  GSBI  Kab.  Sukabumi  atas  nama  seluruh
              anggota GSBI se-Kab. Sukabumi menyatakan dengan tegas MENOLAK pembayaran Tunjangan
              Hari Raya (THR) 2021 dibayar secara Di CICIL. Dan kami menuntut pembayaran THR paling
              lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan (lebaran)," tulis Dadeng dalam akun media
              sosialnya, Minggu kemarin.
              Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua  Serikat Pekerja PT Glostar Indonesia Cikembar
              Sukabumi Hilman Nurmansyah. Hari ini Hilman dan kawan-kawan bahkan mendatangi Kantor
              Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan tuntutan, salah satunya soal
              THR 2021.
              Ada sejumlah tuntutan yang dirilis kepada awak media, antara lain pencabutan dan meminta
              dibatalkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya klaster
              ketenagakerjaan beserta peraturan perundang-undangan turunannya melalui resolusi dan labour
              law  reform  yang  mengandung  job  security,  income  security,  dan  social  security.  Kemudian
              menolak tunjangan hari raya atau THR yang dicicil. Selanjutnya meminta diberlakukannya upah
              sektoral di wilayah Indonesia, khususnya Kota dan Kabupaten Sukabumi.
                                                           478
   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484