Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 102

Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  melalui  video  conference  dengan  Menteri
              Sumber Manusia Malaysia, Datuk Seri Saravanan beserta jajarannya.


              KEMNAKER BAHAS KERJA SAMA BILATERAL PELINDUNGAN PMI DENGAN
              MALAYSIA

              Pemerintah  Indonesia  dan  Pemerintah  Malaysia  mematangkan  kerja  sama  tata  kelola
              penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Malaysia. Hal ini dibahas oleh
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  melalui  video  conference  dengan  Menteri
              Sumber Manusia Malaysia, Datuk Seri Saravanan beserta jajarannya.

              Ida menyampaikan hingga saat ini, kerja sama tersebut masih terus dibahas secara konkret oleh
              kedua negara dikarenakan counter-draft (draft tanggapan) Pemerintah Malaysia atas initial draft
              Memorandum of Understanding (MoU) sektor domestik yang telah disampaikan oleh Pemerintah
              Indonesia pada bulan September 2016, baru disampaikan kepada Pemerintah Indonesia pada
              Agustus 2020.

              "Pemerintah Indonesia meminta kembali agar perundingan renewal MoU dapat segera dilakukan
              dan memperoleh posisi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution). Saya berharap
              kita bisa tuntaskan MoU ini mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari masing-masing
              negara," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

              Selain  itu,  Ida  berharap  kedua  negara  bisa  menuntaskan  pembaharuan/renewal  MoU  sektor
              domestik berdasarkan skema One Channel Recruitment.

              "Saya berharap kita bisa tuntaskan MoU ini mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari
              masing-masing Negara," terang Ida.
              "Saya  menginginkan  Datuk  Seri  bisa  memberikan  atensi  terhadap  isu  tentang  One  Channel
              Recruitment dan spesifikasi jabatan, one worker one task," imbuhnya.

              Ia pun menambahkan adanya spesifikasi jabatan dalam draf MoU merupakan salah satu upaya
              untuk  memastikan  bahwa  setiap  CPMI  yang  akan  bekerja  ke  luar  negeri  telah  memiliki
              kompetensi khusus.

              Lebih lanjut, Ida menyampaikan Pemerintah RI pun telah menyadari bahwa tiap-tiap negara
              penempatan memiliki aturan ketenagakerjaan terkait sektor domestik. Untuk itu, ia menilai tujuh
              spesifikasi jabatan yang tercantum dalam Kepmenaker Nomor 354 Tahun 2015 tentang jabatan
              yang dapat diduduki oleh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri pada pengguna perseorangan
              perlu disesuaikan.

              Ida mengatakan spesifikasi jabatan dalam draf MoU untuk penempatan dan pelindungan sektor
              domestik saat ini telah disesuaikan/disimplifikasi menjadi lima jabatan. Adapun kelima spesifikasi
              jabatan  tersebut  antara  lain  Housekeeper  and  Family  Cook,  Child  and  Baby  Care,  Elderly
              Caretaker,  Family  Driver,  dan  Gardener.  Ia  menyebutkan  untuk  jabatan  Housekeeper  telah
              digabung dengan Family Cook, sementara jabatan Child Care worker telah digabung dengan
              babysitter.

              Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia,  Ida  menegaskan  bahwa  penempatan  PMI  hanya  dapat  dilakukan  ke  negara
              penempatan  yang  telah  memiliki:  (1)  dokumen  kerjasama  bilateral  dengan  Pemerintah
              Indonesia, (2) regulasi yang mengatur tenaga kerja asing, serta (3) program jaminan sosial.




                                                           101
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107