Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 102
Judul Pekerja Migran Asal Majalengka Terancam Hukuman Mati di Dubai
Nama Media detik.com
Newstrend Kasus PMI di Arab Saudi
Halaman/URL https://news.detik.com/berita-jawa-barat/5580623/pekerja-migran-
asal-majalengka-terancam-hukuman-mati-di-dubai
Jurnalis Bima Bagaskara
Tanggal 2021-05-24 15:15:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Saeful Imam (Kepala Desa Ranjiwetan) Iya benar, katanya dituduh membunuh sopir
dari majikannya
negative - Muhammad Fauzy (Ketua FPMI) Jadi Nenah ini dituduh membunuh sopir majikannya,
Nenah tidak sendiri ada juga warga Filipina yang nasibnya sama dengan Nenah
negative - Muhammad Fauzy (Ketua FPMI) Kami menelusuri kasus ini bahwa sebelum kejadian
pembunuhan itu ada cekcok antar anak majikan dan sopir. Besoknya saat Nenah dan rekannya
mau ngasih makan ke sopir itu, ternyata sudah meninggal dunia dengan luka sayatan di leher
neutral - Muhammad Fauzy (Ketua FPMI) Kita melakukan upaya dengan mengajukan pembelaan
hukum dimana kita kirim surat ke BP2MI, DPR RI, KBRI Dubai dan Kemenlu, untuk kelakukan
pembelaan. Kita yakin dia tidak membunuh. Semoga ini jadi perhatian dari pemerintah untuk
bisa membebaskan Nenah
Ringkasan
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka dituntut hukuman mati di
Dubai, Uni Emirat Arab. PMI bernama Nenah Arsinah (38) warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan
Kasokandel ini dituduh melakukan pembunuhan. Masalah hukum yang menjerat Nenah terjadi
pada tahun 2014 lalu. Hal itu bermula dari peristiwa pembunuhan yang menimpa warga
berkebangsaan India yang merupakan sopir dari majikan Nenah.
PEKERJA MIGRAN ASAL MAJALENGKA TERANCAM HUKUMAN MATI DI DUBAI
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka dituntut hukuman mati di
Dubai, Uni Emirat Arab. PMI bernama Nenah Arsinah (38) warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan
Kasokandel ini dituduh melakukan pembunuhan.
101

