Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 103

Masalah hukum yang menjerat Nenah terjadi pada tahun 2014 lalu. Hal itu bermula dari peristiwa
              pembunuhan yang menimpa warga berkebangsaan India yang merupakan sopir dari majikan
              Nenah.

              "Iya benar, katanya dituduh membunuh sopir dari majikannya," singkat Saeful Imam Kepala
              Desa Ranjiwetan saat dikonfirmasi detikcom di kantornya, Senin (24/5/2021).

              Upaya untuk membebaskan Nenah dari tuduhan pembunuhan itu pun sudah dilakukan, salah
              satunya oleh Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) Kabupaten Majalengka.

              Ketua FPMI Muhammad Fauzy menjelaskan Nenah berangkat menjadi PMI pada 29 April 2011
              lalu melalui perusahaan resmi untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Setelah tiga
              tahun bekerja, Nenah kemudian terjerat kasus pembunuhan.

              Namun kata Fauzy, Nenah bukanlah orang yang melakukan pembunuhan tersebut, melainkan
              hanya dituduh sebagai pelaku oleh majikannya sendiri bernama Ahmed Mohamed Abdelrahman.

              "Jadi Nenah ini dituduh membunuh sopir majikannya, Nenah tidak sendiri ada juga warga Filipina
              yang nasibnya sama dengan Nenah," ucap Fauzy.

              Menurut Fauzy pihaknya menerima aduan dari keluarga Nenah pada 26 April 2021 kemarin.
              Setelah menerima aduan tersebut kata dia, FPMI Kabupaten Majalengka langsung berkordinasi
              dengan FPMI Jawa Barat untuk segera menelusuri kebenaran kasus tersebut.

              "Kami menelusuri kasus ini bahwa sebelum kejadian pembunuhan itu ada cekcok antar anak
              majikan dan sopir. Besoknya saat Nenah dan rekannya mau ngasih makan ke sopir itu, ternyata
              sudah meninggal dunia dengan luka sayatan di leher," jelasnya.

              Masih kata Fauzy pihaknya juga telah mengirim surat ke pemerintahan pusat untuk bisa segera
              membebaskan Nenah dari jeratan hukum di Dubai.

              "Kita melakukan upaya dengan mengajukan pembelaan hukum dimana kita kirim surat ke BP2MI,
              DPR RI, KBRI Dubai dan Kemenlu, untuk kelakukan pembelaan. Kita yakin dia tidak membunuh.
              Semoga ini jadi perhatian dari pemerintah untuk bisa membebaskan Nenah," tutup Fauzy.
































                                                           102
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108