Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 58
KABIRO HUMAS KEMNAKER: EKO DARYANTO BELUM PASTI LULUS JADI ESELON II
Jakarta, Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ), Chairul Harahap,
mengatakan, Mantan Kepala Balai Latihan Kerja ( BLK) Lembang, Jawa Barat, Eko Daryanto
belum pasti lulus untuk kembali mendapat jabatan eselon II di Kemnaker.
"Dalam seleksi administrasi memang Eko Daryanto lulus. Tapi kan ada tahap selanjutnya yakni
tes kompetensi dan penelusuran rekam jejak. Prosesnya masih panjang. Jadi bisa saja di tahap
selanjutnya dia gugur," kata Khairul kepada Beritasatu.com, Senin (24/5/2021).
Khairul mengatakan seperti itu terkait banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemnaker yang
kuatir seleksi eselon II di Kemnaker kembali diwarnai kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN)
sebagaimana diduga yang sering terjadi salama ini.
Chairul mengatakan, dia tidak tahu mengenai perekrutan pejabat di masa lalu di Kemnaker,
tetapi seleksi yang berlangsung sekarang pasti benar-benar selektif. "Saya pikir seleksi eselon
yang sedang dilakukan bukan formalitas belaka, tetapi selektif, jauhlah dari KKN," kata dia.
Saat ini Kemnaker membuka 20 lowongan eselon II. Sampai saat ini sebanyak 147 orang ikut
tes. Dari 174 yang mendaftar, sebanyak 141 orang dinyatakan lulus tes seleksi administratif.
Banyak ASN di Kemnaker mengharapkan agar orang yang sudah diberhentikan dari eselon II
dan I karena bermasalah, tidak diangkat lagi. "Pak Eko Daryanto diberhentikan dari jabatan
sebagai Kepala BLK Lembang karena diduga bermasalah, masa diangkat lagi menjadi eselon II
lagi," kata seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.
Menurut Chairul, siapa pun berhak ikut seleksi eselon II termasuk Eko, dan lulus tes pasti yang
memenuhi standar.
Sekitar sebulan lalu Eko diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BLK Lembang oleh Menteri
Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan selanjutnya, saat ini Eko hanya sebagai pejabat fungsional
di Kemnaker.
Alasan pemberhantian Eko Daryanto tidak dijelaskan pihak Kemnaker. Khairul juga menjawab
tidak tahu mengapa Eko diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BLK Lembang, Jawa
Barat.
Namun, Menaker memberhentikan Eko dari jabatannya sebagai Kepala BLK Lembang tidak
setelah ramainya pemberitaan media massa bahwa Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
digugat perdata oleh rekanan Kemnaker, Sri Supriyati ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan
(Jaksel).
Gugatan itu terjadi karena tahun 2016 pihak Direktorat Pembinaan Pengawasan (Binawas)
Kemnaker, melalui seorang pejabat pembuat komitmen (PPK), Eko Daryanto waktu itu
meminjam uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Sri Supriyati namun tidak kunjung dikembalikan.
Dalam perkara perdata nomor : 959/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL sebagaimana ditulis dalam website
PN Jaksel, Ida Fauziyah merupakan ikut tergugat pertama. Sedangkan ikut tergugat kedua
adalah Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi dan ikut tergugat ketiga Plt Irjen Kemnaker, Irianto
Simbolon. Tergugat dalam kasus itu adalah Eko Daryanto, yang waktu itu sebagai Kepala Balai
Pengembangan Produktivitas, Kemnaker, Bandung, Jawa Barat.
Sri Supriyati menggugat para tergugat ke PN Jaksel melalui kuasa hukumnya Joko Sutrisno
Dawoed.
Dalam website PN Jaksel dinyatakan, penggugat mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar,
sebagaimana Perjanjian Peminjaman Uang tanggal 28 Desember 2016.
57

