Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 SEPTEMBER 2020
P. 227

Dalam dua kunjungannya, Ida mengimbau seluruh perkantoran dan pabrik untuk menyiagakan
              petugas khusus COVID-19. Sebab di beberapa daerah saat ini, tempat kerja atau kantor sudah
              mejadi salah satu penularan Corona dengan tingkat risiko tinggi.

              "Saya  imbau  disiapkan  petugas  khusus  di  kantor-kantor  atau  industri.  Mereka  fokus  bekerja
              mencegah COVID-19. Mereka harus punya keterampilan khusus," kata Ida usai penyuluhan K3
              perkantoran dan kawasan industri di Graha Karawang International Industrial City (KIIC), Rabu
              (29/7/2020).

              Ida menuturkan, petugas khusus ini fokus mengurusi pencegahan penularan Corona di tempat
              kerja. Misalnya, menyemprotkan cairan disinfektan, membersihkan meja kerja hingga berbagai
              pencegahan Corona lainnya.

              Namun pada pertengahan Agustus, virus ditemukan masuk ke dua pabrik. Pemkab Karawang
              baru  menutup  dua  pabrik  itu  setelah  puluhan  buruh  ditemukan  poaitif.  Pada  akhir  Agustus
              ditemukan 49 buruh positif COVID-19. Para buruh itu tercatat bekerja di PT Dai Nippon Printing
              Indonesia (DNP) dan PT Extedy Manufacturing.

              "Kita menutup PT DNP dan Extedy selama dua pekan untuk mencegah penyebaran corona," kata
              Fitra Hergyana, jubir Gugus Tugas Corona, Karawang.

              PT DNP Indonesia merupakan pabrik yang memproduksi plastik kemasan. Sedangkan PT Extedy
              merupakan produsen spare part atau onderdil otomotif.

              Virus Corona juga mewabah di perusahaan BUMN. Awal September, sejumlah pegawai PT Pupuk
              Kujang Cikampek ditemukan positif COVID-19.

              Virus itu ditengarai mewabah di tempat kerja hingga ke pemukiman karyawan. "Di Pupuk Kujang
              karyawan dan keluarga ditemukan posiitif corona. Total ada 22 orang yang positif," kata Fitra.
              Fitra menuturkan pada September ini, tercatat 200-an buruh ditemukan positif. Tersebar di 17
              perusahaan. Buruh-buruh ini masih dirawat dan diupayakan sembuh.

              Teranyar, virus Corona mulai masuk ke pabrik alat kesehatan. Sebanyak 106 buruh pabrik PT
              Nipro Indonesia Jaya, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang ditemukan positif
              COVID-19. Perusahaan penjual jarum suntik dan tempat infus itu ditutup selama 14 hari.

              (mso/mso)   .


























                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232