Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 MEI 2020
P. 134

Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antarpemerintah Asean (AICHR) Yuyun
               Wahyuningrum menyebut kematian beberapa WNI anak buah kapal (ABK)
               berbendera Tiongkok menambah bukti panjang pelanggaran hak asasi secara
               sistemik di dalam sektor maritim.

               “Oleh karena itu, saya ingin mengajukan usulan akan tanggung jawab maritim
               kolektif dan kerja sama multilateral antara negara-negara terkait untuk memastikan
               bahwa kasus ini tidak akan terulang,” kata Yuyun.

               Ia mendorong pemberlakuan standar hak asasi manusia di laut untuk melindungi
               mereka yang bekerja di industri perikanan, pariwisata, industri perkapalan, industri
               minyak dan gas lepas pantai, serta berbagai kegiatan lainnya di laut, termasuk
               perempuan yang bekerja di industri perikanan pantai.

               “Hak asasi manusia di laut harus dihormati, dilindungi, dan dipenuhi seperti halnya
               di darat,” kata Yuyun.

               Pelanggaran hak asasi manusia terhadap sejumlah ABK asal Indonesia yang bekerja
               di kapal-kapal Tiongkok pertama kali diberitakan oleh stasiun televisi Korea Selatan,

               MBC, berdasarkan pernyataan seorang ABK pada 5 Mei 2020. Dalam program
               televisi itu, pria tersebut mengungkapkan bahwa kr u kapal har us menghadapi
               berbagai perlakuan yang tidak manusiawi, seperti kondisi kerja yang buruk, upah
               yang tidak layak, perlakuan diskriminasi, kerja paksa, jam kerja yang terlalu
               panjang, dan tidak tersedianya air minum yang aman melainkan hanya air laut yang
               difilter untuk diminum yang membahayakan kesehatan mereka. Ada dugaan
               terjadinya perdagangan orang dalam kasus ini.

               Yuyun mendorong pemerintah untuk meratifikasi dan menjalankan secara progresif
               Konvensi ILO Nomor 188 yang mengatur standar minimum kondisi pekerjaan di
               industry perikanan.

               Kemudian, ia meminta pemerintah melakukan investigasi secara komprehensif
               terkait dugaan keterlibatan kapal ikan Long Xing 629, Long Xing 605, Long Xing
               802, dan Tian Yu 8, beserta agen tenaga kerja PT. Lakemba Perkasa Bahari, PT.
               Alfira Perdana Jaya, and PT. Karunia Bahari, termasuk kemungkinan adanya indikasi
               perdagangan orang.

               Sementara itu, Satgas TPPO Bareskrim Polri memeriksa 14 saksi ABK Kapal Long
               Xing, pada Rabu (13/5), terkait penyidikan kasus dugaan perdagangan orang yang
               diduga dialami para ABK tersebut. Pemeriksaan dilakukan tim Satgas TPPO dengan
               menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Rumah Perlindungan Trauma
               Center (RPTC), Bambu Apus, Jakarta Timur.

               “Pemeriksaan tambahan 14 saksi kru kapal hari ini di RPTC Bambu Apus,” kata
               Kasubdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol John Weynart
               Hutagalung. Pemeriksaan diperlukan untuk meminta keterangan tambahan yang



                                                      Page 133 of 191.
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139