Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 FEBRUARI 2021
P. 117
TOLAK 4 ATURAN TURUNAN UU CIPTA KERJA, SERIKAT BURUH KHAWATIR TKA
BANJIRI RI
Serikat menyatakan sikap secara keras tetap menolak keberadaan.Begitu juga dengan 4 aturan
turunan di klaster ketenagakerjaan yang juga sudah digulirkan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( ), Said Iqbal, menyayangkan aturan turunan
undang-undang sapu jagad itu tetap digodok pemerintah. Padahal aturan klaster tersebut tengah
digugat para buruh ke Mahkamah Konstitusi.
Said Iqbal menyoroti, salah satu aturan turunan di UU Cipta Kerja bakal membuat buruh kasar
tanah air mesti rebutan kerja dengan tenaga kerja asing (TKA). Beleid tersebut yakni Peraturan
Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Tenaga Kerja Asing.
Said Iqbal khawatir, hilangnya syarat mesti mengantongi izin tertulis dari Menteri
Ketenagakerjaan, akan membuat industri di Indonesia dibanjiri pekerja kasar dari luar,
khususnya dari China.
"Yang kita persoalkan buruh kasar kan, di daerah-daerah banyak TKA buruh kasar. Itu saja ada
surat izin Menaker masih terjadi penyimpangan, banyak jadi buruh kasar," ujar Said Iqbal dalam
virtual conference, Kamis (25/2).
Kondisi ini, menurutnya bakal semakin membuat pekerja lokal kehilangan lapangan kerja. Alih-
alih berharap lapangan kerja terbuka, yang terjadi justru malah sebaliknya.
Menurutnya, keberadaan beleid tersebut secara tidak langsung hanya akan membuat
keberadaan buruh-buruh asing, ini menjadi lebih legal lagi secara hukum.
"Kenapa KSPI tidak setuju buruh kasar masuk, mengancam lapangan kerja Indonesia. KSPI
memperkirakan akan terjadi TKA buruh kasar China menjadi legal masuk Indonesia,"
pungkasnya.
"Kami menolak PP 34 Tahun 2021 tentang TKA, sebagaimana kami menolak UU Cipta Kerja,"
tegas Said Iqbal.
116

