Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 NOVEMBER 2020
P. 189

"Pemogokan umum nasional 10-12 November 2020. Cabut Omnibus Law Cipta Kerja, tolak Surat
              Edaran  Kemnaker  tentang  tidak  adanya  kenaikan  upah  2021,"  kata  Nining  kepada
              CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).

              Juru Bicara Gebrak lainnya, Jumisih, membenarkan aksi pemogokan nasional itu. Menurutnya,
              aksi tersebut kemungkinan akan digelar serentak di 50 kota Indonesia.

              Meski begitu, Gebrak tak memaksa jajarannya di daerah untuk melakukan mogok kerja. Jika ada
              hambatan, aksi bisa diganti dengan unjuk rasa.

              "Kalau  bisa  setop  produksi,  lebih  baik  karena  memaksimalkan  target  mengganggu  ekonomi
              supaya ada tekanan ke pemerintah. Soalnya kita tahu karakter Jokowi tidak mendengar sama
              sekali," ucap Jumisih saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).

              Jumisih menyampaikan mogok kerja bukan langkah terakhir yang akan ditempuh buruh. Mereka
              akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga Jokowi mencabut UU Cipta Kerja.

              "Ini perjuangan panjang, api perjuangan harus terus dijaga," tuturnya.

              Presiden Joko Widodo pada Senin (2/11) menandatangani draf Omnibus Law UU Cipta Kerja.
              Draf itu pun resmi menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Pengesahan UU itu dilakukan Jokowi di tengah penolakan masyarakat. Sejak diketok pada Rapat
              Paripurna  DPR  RI,  Senin  (5/10),  aturan  itu  mengundang  aksi  unjuk  rasa  besar-besaran  di
              berbagai daerah.

              Belakangan  terungkap  beberapa  kesalahan  ketik  dalam  draf  Omnibus  Law.  Kesalahan  itu
              terdeteksi sejak disahkan DPR dan pemerintah 5 Oktober, hingga ditandatangani Jokowi Senin
              lalu.

              Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut itu sekadar kesalahan teknis. Namun pakar hukum
              Bivitri Susanti menilai kesalahan itu sudah layak jadi alasan untuk membatalkan seluruh materi
              dalam Omnibus Law Cipta Kerja.

              (dhf/wis) window.


































                                                           188
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194