Page 1028 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1028

pengupahan provinsi," kata Ida kepada Liputan6.com, Rabu (28/10/2020). Terdapat 18 provinsi
              yang menyepakati SE tersebut, diantaranya Jawa Barat, Banten, Bali, Aceh, Lampung, Bengkulu,
              Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat. Lalu, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi
              Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,
              Kalimantan Tengah, dan Papua.



              18 PROVINSI INI PASTIKAN TAK NAIKKAN UMP 2021, MANA SAJA?

              Jakarta  -  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah
              minimum  tahun  2021  (  UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              "Berdasarkan  pemantauan  pada  hari  Selasa,  27  Oktober  2020,  Pukul  16.35  WIB,  beberapa
              daerah telah melaksanakan sidang dewan pengupahan provinsi," kata Ida kepada Liputan6.com,
              Rabu (28/10/2020).

              Terdapat 18 provinsi yang menyepakati SE tersebut, diantaranya Jawa Barat, Banten, Bali, Aceh,
              Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat.

              Lalu, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara,
              Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua.
              Berarti  tersisa  16  provinsi  lagi  yang  saat  ini  belum  memutuskan  untuk  menyepakati  akan
              melaksanakan SE Menteri Ketenagakerjaan tersebut.

              Padahal Menteri Ida Fauziyah telah meminta kepada para gubernur di seluruh Indonesia untuk
              melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai UMP
              tahun 2020.

              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.

              Kendati  begitu,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  merespon,
              buruh  Indonesia  meminta  agar  UMP  tahun  2021  naik.  Dia  menolak  permintaan  kalangan
              pengusaha yang meminta agar di tahun depan tidak ada kenaikan UMP.

              Menurutnya, kenaikan UMP yang ideal adalah sebesar 8 persen. Hal ini didasarkan pada kenaikan
              upah rata-rata selama 3 tahun terakhir.

              Jika UMP tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat
              ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

              Sekjen  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (OPSI)  Timboel  Siregar  meminta  agar  para
              Gubernur tetap menaikkan UMP 2021 dengan kisaran 1,5 hingga 2 persen.

              Usulan  tersebut  berdasarkan  data  BPS,  sejak  Januari  hingga  Agustus  2020  tingkat  inflasi
              mencapai 0,93 persen. Sementara tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy)
              dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah sebesar 1,32 persen.

              "Dengan data ini seharusnya para Gubernur dapat mempertimbangakan untuk tetap menaikkan
              UMP 2021 walaupun hanya berkisar inflasi yoy yaitu sekitar 1,5 persen sampai 2 persen di atas
              angka inflasi yoy Agustus, dengan juga mempertimbangkan kondisi September, Oktober sampai
              Desember 2020," kata Timboel, Rabu (28/10/2020).


                                                          1027
   1023   1024   1025   1026   1027   1028   1029   1030   1031   1032   1033