Page 1031 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1031

BURUH: COVID-19 JANGAN DIJADIKAN ALASAN UNTUK TIDAK MENAIKAN UMK
              2021
              Forum Buruh Kawasan (FBK) Pulogadung, Jakarta Timur, mengemukakan pandemi COVID-19
              tidak boleh dijadikan alasan bagi pengusaha menolak kenaikan upah minimum kota (UMK) pada
              2021.

              "Pengusaha banyak yang tidak jujur, padahal secara manajemen keuangan seharusnya setiap
              pengusaha  memiliki  dana  darurat  yang  bisa  digunakan  untuk  membayar  kebutuhan  di  saat
              kondisi darurat saat pandemi COVID-19," kata Koordinator FBK Pulogadung, Hilman Firmansyah
              di Jakarta.

              Pernyataan    itu   dikemukakan     Hilman    menindaklanjuti    Surat   Edaran    bernomor
              M/11/HK.04/X/2020  yang  dikeluarkan  oleh  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziah  pada  26
              Oktober 2020. Menurut Hilman, surat edaran Menaker berisi tiga permintaan kepada seluruh
              gubernur di Indonesia. Yakni melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021
              sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Selanjutnya,  pelaksanaan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan
              peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

              Selain itu, menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal
              31 Oktober 2020. Hilman mengatakan, surat edaran tersebut sama saja menyatakan bahwa
              tidak ada kenaikan upah minimum tahun 2021.

              Forum Buruh Kawasan (FBK) meminta gubernur untuk tidak menggunakan Surat Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan  dalam proses  penetapan  Upah  Minimum  tahun  2021 dan  menaati  Undang-
              Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

              Dengan  dikeluarkannya  surat  edaran  ini,  FBK  memastikan  kaum  buruh  akan  bergelombang
              melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan yang menyengsarakan buruh.

              Hilman  meminta  jangan  menjadi  kepanjangan  tangan  para  pengusaha  yang  menggunakan
              alasan pendemi COVID-19 untuk lari dari tanggung jawab membayar upah minimum yang sudah
              diatur dalam undang-undang.

              "Seharusnya memberikan insentif tambahan penghasilan bagi pekerja selama wabah COVID-19,
              bukan malah tidak ada kenaikan upah minimum pada tahun 2021," katanya.
              Saat krisis moneter terjadi pada tahun 1997-1998, upah minimum tetap naik. "Hal ini memang
              mesti dilakukan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat," ujar Hilman yang juga mantan
              aktivis mahasiswa 1998 itu.

              Forum Buruh Kawasan dan seluruh serikat buruh di Indonesia, kata Hilman, akan melakukan
              aksi secara masif untuk menolak kebijakan yang melanggar undang-undang.

              "Kita juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera membatalkan Undang-undang Omnibus
              Law atau Cipta Kerja yang merugikan buruh," katanya.

              Menurut Hilman, ada beberapa alasan upah minimum harus terus naik.Upah minimum adalah
              jaring pengaman bagi pendapatan buruh dalam memenuhi kebutuhannya.
              "Negara  wajib  hadir  dalam  pemenuhan  kebutuhan  rakyatnya  karena  merupakan  amanah
              konstitusi dan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dari pihak pengusaha," katanya.

              Upah  minimum  yang  tidak  naik,  kata  dia,  otomatis  menurunkan  daya  beli  masyarakat  yang
              berdampak buruk bagi pendapatan buruh dan perekonomian masyarakat Indonesia. (Antara).
                                                          1030
   1026   1027   1028   1029   1030   1031   1032   1033   1034   1035   1036