Page 1033 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1033

Ringkasan

              JAKARTA,  -  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyebutkan,  terdapat  18  provinsi  yang
              sepakat  mengikuti  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/ll/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).



              MENAKER: SUDAH 18 PROVINSI SEPAKAT UPAH MINIMUM 2021 TIDAK NAIK

              JAKARTA,  -  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyebutkan,  terdapat  18  provinsi  yang
              sepakat  mengikuti  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/ll/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              "Terkait dengan upah minimum provinsi sampai tadi malam sudah ada 18 provinsi yang mereka
              akan mengikuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan," katanya di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

              Kondisi  pandemi  Covid-19  lanjut  Ida,  menjadi  latar  belakang  pemerintah  menetapkan  upah
              minimum 2021 tidak naik alias setara dengan upah minimum tahun ini. Kendati pemerintah pusat
              telah menetapkan upah minimum tersebut, keputusan tetap menjadi ranah kepala daerah.

              " Surat edaran ini kami sampaikan kepada para gubernur, yang menetapkan upah minimum
              adalah gubernur. Kami memberikan surat edaran dengan, mungkin teman-teman juga sudah
              membaca kami di situ. Di surat edaran tersebut kami menyampaikan latar belakang kenapa surat
              edaran itu dikeluarkan. Tidak lain dan tidak bukan karena di latar belakangi dengan menurunnya
              kondisi perekonomian Indonesia serta ketenagakerjaan pada masa pandemi Covid-19," katanya.

              Selain itu, lanjut dia, kebutuhan hidup layak (KHL) para buruh/pekerja juga menjadi landasan
              penetapan  upah  minimum  2021,  yang  diatur  di  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2020 dan juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015.

              "Sebenarnya untuk upah minimum tahun 2021 itu menggunakan KHL sebagaimana ketentuan
              yang ada di PP 78 Tahun 2015. PP 78 2015 yang bersumber dari Undang-Undang 13/2003.
              Undang-undang ini didesain, peraturan pemerintah ini didesain dalam kondisi tidak memprediksi
              terjadi kondisi seperti adanya pandemi ini," jelas dia.

              "Dan  kalau  kita  melihat  penetapan  nilai  KHL  yang  kita  tetapkan  itu  tidak  semua  akibat  dari
              penetapan itu tidak semua provinsi akan mengalami kenaikan. Tapi tidak semua juga provinsi
              akan mengalami penurunan. Jadi sebenarnya posisinya setelah kita diskusikan secara mendalam,
              mempertimbangkan  berbagai  hal,"  tambah  dia.  Dengan  demikian,  pemerintah  pun  akhirnya
              mengambil titik tengah upah minimum 2021 dengan melibatkan Dewan Pengupahan Nasional
              (Depenas).

              "Jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum tahun 2021.
              Ini adalah jalan tengah kita ambil dari hasil diskusi kita di dewan pengupahan nasional. Semoga
              para gubernur menjadikan ini sebagai referensi dalam menetapkan upah minimum," ucapnya.

              Perlu diketahui, pada 26 Oktober 2020, Menaker telah meneken surat edaran penetapan upah
              minimum  tahun  2021,  yang  ditujukan  kepada  gubernur  seluruh  provinsi.  Isi  surat  tersebut
              menetapkan upah minimum tahun depan sama dengan upah minimum tahun 2020.

              Berikut 18 provinsi yang mengikuti SE penetapan upah minimum Menaker tersebut berdasarkan
              data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 27 Oktober 2020: 1) Jawa Barat 2) Banten
              3) Bali 4) Aceh 5) Lampung 6) Bengkulu 7) Kepulauan Riau 8) Bangka Belitung 9) Nusa Tenggara
              Barat 10) Nusa Tenggara Timur 11) Sulawesi Tengah 12) Sulawesi Tenggara 13) Sulawesi Barat
              14) Maluku Utara 15) Kalimantan Barat 16) Kalimantan Timur 17) Kalimantan Tengah 18) Papua.

                                                          1032
   1028   1029   1030   1031   1032   1033   1034   1035   1036   1037   1038