Page 1185 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1185

Dalam rangka memberikan perlindungan pekerja atau buruh serta menjaga keberlangsungan
              usaha, perlu dilakukan penyesuaian UMP pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi.
              Atas  berbagai  pandangan  dan  dialog  dalam  forum  Depenas  (Dewan  Pengupahan  Nasional),
              maka kami keluarkan surat edaran yang isinya melakukan penyesuaian nilai UMP 2021 sama
              dengan nilai UPM 2020," kata Ida dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Selasa (27/10).

              Seiring  dengan  keputusan  itu,  Ida  juga  memerintahkan  gubernur  untuk  menetapkan  dan
              mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) 2021 tak naik pada 31 Oktober 2020.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk: . 3. menetapkan dan
              mengumumkan upah minimum provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020," kata Ida
              dalam SE Nomor M/11/HK.04/2020 itu.

              Sebagai gambaran, tahun ini UMP tertinggi berlaku di DKI Jakarta sebesar Rp 4.267.349 per
              bulan,  sementara  terendah  di  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  (DIY)  sebesar  Rp1.704.608  per
              bulan.

              Ida  menyebut,  keputusan  tidak  menaikkan  upah  minimum  ini  sudah  mempertimbangkan
              kepentingan pengusaha maupun buruh.

              "Jadi  ini  sudah  diskusi  panjang  dengan  teman-teman  Depenas,  tentu  saja  pendapat  teman-
              teman satu dengan lainnya kita akomodasi, ini dalam pandangan kami adalah jalan tengah yang
              harus diambil pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah," ucapnya.

              Ida mengatakan, tidak naiknya upah minimum ini bukan berarti pemerintah tak memperhatikan
              daya beli kaum pekerja. Menurut dia, pemerintah sudah menggelontorkan bantuan sosial untuk
              subsidi gaji.
              "Pemerintah  tetap  memperhatikan  kemampuan  daya  beli  pekerja  lewat  subsidi  upah.
              Sesungguhnya  bantalan  sosial  sudah  disiapkan,  pemerintah  tak  begitu  saja  menetapkan  itu
              karena ada beberapa langkah," ujarnya.

              Meski demikian, kalangan buruh tetap menyesalkan keputusan Ida yang tidak menaikkan UMP
              2021.

              Situasi Bisa Makin Panas Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said
              Iqbal,  aksi  perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras  terhadap  penolakan  tidak  adanya
              kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (26/10).

              Said mengungkapkan, setidaknya 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik. Pertama,
              jika upah minimum tidak naik, maka situasi semakin panas.
              Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.


              Di  mana  seiring  dengan  penolakan  omnibus  law,  buruh  juga  akan  menyuarakan  agar  upah
              minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

              Kedua,  alasan  upah  tidak  naik  karena  saat  ini  pertumbuhan  ekonomi  minus  tidak  tepat.  Ia
              membandingkan dengan kondisi tahun 1998, 1999, dan 2000.

              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen.

                                                          1184
   1180   1181   1182   1183   1184   1185   1186   1187   1188   1189   1190