Page 1186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1186

Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8
              persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said.
              Ketiga, kata dia, bila upah minimum tidak naik, maka daya beli masyarakat akan semakin turun.
              Daya beli turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi. Ujung- ujungnya berdampak negatif
              buat perekonomian. Keempat, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi Covid-19. Oleh
              karena itu, dia meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

              Menurut  Said,  pengusaha  memang  sedang  susah.  Namun,  buruh  juga  jauh  lebih  susah.
              Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021 .

              Bagi perusahaan yang tidak mampu, menurut Said, dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Senada dengan Said, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani
              Nena Wea juga menolak keputusan pemerintah yang tidak menaikan upah minimum tahun 2021.

              Menurut dia, terhadap keputusan ini dapat membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," ujar Andi Gani.

              Ia pun meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus
              mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.

              Di sisi lain, kalangan pengusaha menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan upah minimum
              2021 sudah tepat. Mereka menilai keputusan itu diambil demi menjaga keberlangsungan bisnis
              ke depan yang tengah tertekan oleh pandemi Covid-19.
              "Kami mengerti keputusan tersebut demi keberlangsungan usaha. Kalau dinaikkan tentu akan
              memberatkan daya saing usaha," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
              bidang Perdagangan Benny Soetrisno, Selasa (27/10/2020).

              Terkait penolakan kalangan buruh, menurut Benny hal itu merupakan hak pekerja.

              Namun, ia tidak menutup peluang pengusaha yang masih memiliki kemampuan untuk menaikkan
              upah tahun depan melalui kesepakatan bilateral perusahaan dengan pekerjanya.

              "Kalau (upah) naik pasti ada pengurangan pekerja dan akan beralih ke mekanisasi atau mesin,"
              imbuhnya.

              Wakil  Ketua  Dewan  Pertimbangan  Kadin  Jakarta  Sarman  Simanjorang  juga  mengatakan
              keputusan tersebut sudah mengacu pada rumus penetapan upah minimum yang tertuang dalam
              PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

              Aturan itu menyebutkan jika penetapan besaran UMP berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan
              tingkat inflasi.

              "Kalau kami kalikan itu minus, kalau minus seharusnya (upah) turun tapi tidak mungkin turun,
              jadi naik 0 persen itu sudah sesuai dengan format," ucapnya.






                                                          1185
   1181   1182   1183   1184   1185   1186   1187   1188   1189   1190   1191