Page 1180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1180

Dalam surat edaran tersebut, Menaker juga meminta kepada para gubernur untuk melakukan
              penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun
              2020. Selain itu, melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan
              peraturan  perundangan-undangan,  serta  menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum
              Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap
              penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan Omnibus Law UU Cipta
              Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said dalam keterangannya, Selasa (27/10).

              Ia memahami situasi saat ini membuat pengusaha susah, namun menurutnya buruh jauh lebih
              susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum
              2021.
              Namun  menurut  Said,  seharusnya  bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu  dapat  melakukan
              penangguhan,  yakni  dengan  tidak  menaikkan  upah  minimum.  Tentunya  setelah  berunding
              dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih  jauh  Said  Iqbal  mempertanyakan,  "Apakah  presiden  sudah  mengetahui  keputusan
              Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" tanyanya.

              Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-
              besaran di 24 provinsi selama tiga hari, yakni pada 2 November dan pada 9-10 November.
              "Aksi itu akan diikuti hingga ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di
              kantor Gubernur di seluruh Indonesia, dengan membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta
              Kerja  dan  harus  ada  kenaikan  upah  minimum  2021  untuk  menjaga  daya  beli  masyarakat,"
              jelasnya.

              Pemerintah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  di  tahun  depan.  Kondisi
              perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama
              hal tersebut.
              Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai langkah pemerintah itu sudah tepat. Wakil Ketua
              Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan Anton J Supit mengatakan, saat ini yang paling penting
              adalah bertahan, bukan soal kenaikan gaji.

              "Itu  kan  penetapan  pemerintah,  sudah  tepat.  Karena  saat  ini  yang  paling  penting  adalah
              bertahan. Coba you bayangin, kondisi saat ini, pilih naik gaji tapi (perusahaan) bangkrut atau
              bertahan?" kata Anton kepada kumparan, Selasa (27/10).

              Dia melanjutkan, surat edaran Menaker itu merupakan keputusan nasional dan sikap pemerintah.
              Namun, selama perusahaan masih mencatatkan keuntungan, kenaikan upah minimum harus
              tetap dilaksanakan sesuai dengan perundingan bipartit, antara buruh dan pengusaha.

              Dari  catatan  Anton,  saat  ini  80  persen  pendapatan  perusahaan  anggota  Kadin  mengalami
              penurunan. Sementara hanya 18 persennya yang tetap, dan 2 persen pendapatannya meningkat
              selama pandemi ini.

              "Jadi kalau perusahaan masih untung, ya you harus bayar ke pekerja. Tergantung keputusan
              bipartit itu seperti apa," kata Anton.
                                                          1179
   1175   1176   1177   1178   1179   1180   1181   1182   1183   1184   1185