Page 1462 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1462

Minimum  Tahun  2021  Pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19).  Surat
              tersebut ditujukan kepada para gubernur.


              UMP 2021: BURUH JABAR MINTA UPAH TETAP NAIK

              Serikat buruh di Jawa Barat menolak Upah Minimum 2021 yang ditetapkan tak naik atau sama
              dengan Upah Minimum 2020 dengan alasan situasi pandemi Covid-19.

              Sebelumnya, keputusan upah minimum 2021 tidak naok tertuang dalam Surat Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan Upah
              Minimum  Tahun  2021  Pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19).  Surat
              tersebut ditujukan kepada para gubernur.

              Ketua DPD FSP LEM SPSI Jabar Muhamad Sidarta mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 seolah-
              olah dimanfaatkan pemerintah agar buruh memaklumi tak naiknya upah minimum 2021.

              "Pemerintah  sudah  sejak  awal  menggulirkan  opini  itu,  menggiring  opini  itu  supaya  rakyat,
              khususnya kaum buruh memaklumi kalau upah buruh 2021 tidak naik, akan disamakan dengan
              upah tahun 2020. Artinya apa ? Pemerintah tidak pro rakyat, tidak pro buruh sebenarnya masalah
              seperti ini bukan pertama kali kita pernah krisis 98. Upah naik tidak masalah," kata Sidarta di
              Gedung Sate, Bandung, Selasa (27/10/2020).

              Berkaca dari pengalaman, ekonomi Indonesia masih bisa terselamatkan tanpa harus menunda
              kenaikan upah minimum bagi buruh.

              "Pemerintah tetap menaikkan upah buruh sebagai jaring pengaman yaitu upah minimum baik
              UMP, UMK dan UMSK sebagai jaring pengamanan," ujarnya.

              Menurutnya  jika  upah  minimum  2021  tidak  naik  maka  akan  berpengaruh  pada  daya  beli
              masyarakat, yang buntutnya mengganggu pertumbuhan ekonomi secara nasional.
              "Kami menolak isi surat edaran tersebut, itu pasti akan memperlemah daya beli kaum buruh dan
              rakyat,  karena  upah  buruh  dibelanjakan  untuk  pedagang,  ojek,  untuk  mengontrak  rumah
              dibelanjakan  lagi  kalau  daya  beli  (buruh)  melemah  tentu  masyarakat  lain  juga  melemah,"
              katanya.
              Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Roy Jinto Ferianto mengatakan selain menolak tak
              naiknya upah minimum 2021, buruh juga mendesak agar Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut.

              "UU Cipta Kerja itu cacat formal dari jumlah halamannya, artinya menandakan bahwa terjadi
              kekacauan  dan  DPR  tidak  siap  melakukan  pengesahan.  Kami  melakukan  mosi  tidak  percaya
              kepada DPR RI khususnya fraksi yang menyetujui Omnibus Law ini," katanya.

              Tuntutan lainnya adalah agar gubernur mengakomodir rekomendasi UMK dan UMSK dari bupati
              untuk daerah Bogor, Bekasi dan Karawang. Pihaknya mengancam akan menggelar mogok kerja
              jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.













                                                          1461
   1457   1458   1459   1460   1461   1462   1463   1464   1465   1466   1467