Page 1466 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1466

(UMP)  2021.  Kendati  demikian,  Riza  memastikan  Pemprov  DKI  tetap  menampung  aspirasi
              masyarakat.


              DKI LAKSANAKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH TIDAK NAIKKAN UMP 2021

              Wakil  Gubernur  DKI  Jakarta  Ahmad  Riza  Patria  menyampaikan  Pemprov  DKI  Jakarta  akan
              melaksanakan  keputusan  pemerintah  pusat  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  provinsi
              (UMP)  2021.  Kendati  demikian,  Riza  memastikan  Pemprov  DKI  tetap  menampung  aspirasi
              masyarakat.

              "Kita hormati keputusan yang diambil, sementara keputusannya (nilai UMP) seperti tahun lalu.
              Itu yang kita hormati, kita hargai, kita laksanakan, namun demikian apabila ada teman-teman
              dari buruh yang keberatan kemudian ingin ada peningkatan silakan sampaikan argumentasinya
              nanti kita akan sampaikan," ujar Riza di Balai Kota, Selasa (27/10).

              Riza menyadari keputusan tidak menaikkan UMP 2021 cukup berat bagi buruh. Namun, kata dia,
              ia meyakini pemerintah pusat telah mempertimbangkan dengan matang terhadap penundaan
              kenaikan UMP 2021.

              "Tentu  pemerintah  pusat  mengambil  sebuah  keputusan  berdasarkan  sebuah  proses
              pertimbangan yang masak, yang cermat. Tetapi, tidak berarti kita menutup komunikasi, tidak
              berarti setiap keputusan yang sudah diambil kemudian tidak ada dialog diskusi," tuturnya.
              Keputusan Menaker Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak
              menaikkan upah minimum tahun 2021 (UMP 2021). Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran
              (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan
              Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.

              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.
              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak
              ada kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.

              Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan,
              buruh  Indonesia  meminta  agar  upah  minimum  tahun  2021  naik.  Dia  menolak  permintaan
              kalangan pengusaha yang meminta agar di tahun depan tidak ada kenaikan upah minimum.


                                                          1465
   1461   1462   1463   1464   1465   1466   1467   1468   1469   1470   1471