Page 1747 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1747
Indonesia, dengan membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan harus ada kenaikan
upah minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat
Ringkasan
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan upah minimum di tahun depan. Kondisi
perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama
hal tersebut.
Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi
COVID-19.
PENGUSAHA SOAL UPAH MINIMUM TAK NAIK: PILIH PERUSAHAAN BANGKRUT
ATAU BERTAHAN?
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan upah minimum di tahun depan. Kondisi
perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama
hal tersebut.
Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi
COVID-19.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai langkah pemerintah itu sudah tepat. Wakil Ketua
Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan Anton J Supit mengatakan, saat ini yang paling penting
adalah bertahan, bukan soal kenaikan gaji.
"Itu kan penetapan pemerintah, sudah tepat. Karena saat ini yang paling penting adalah
bertahan. Coba you bayangin, kondisi saat ini, pilih naik gaji tapi (perusahaan) bangkrut atau
bertahan?" kata Anton kepada kumparan, Selasa (27/10).
Dia melanjutkan, surat edaran Menaker itu merupakan keputusan nasional dan sikap pemerintah.
Namun, selama perusahaan masih mencatatkan keuntungan, kenaikan upah minimum harus
tetap dilaksanakan sesuai dengan perundingan bipartit, antara buruh dan pengusaha .
Dari catatan Anton, saat ini 80 persen pendapatan perusahaan anggota Kadin mengalami
penurunan. Sementara hanya 18 persennya yang tetap, dan 2 persen pendapatannya meningkat
selama pandemi ini.
"Jadi kalau perusahaan masih untung, ya you harus bayar ke pekerja. Tergantung keputusan
bipartit itu seperti apa," kata Anton.
Dia juga mengimbau kepada para buruh atau pekerja untuk tahu diri di situasi saat ini.
Menurutnya, kondisi saat ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi tahun 1998-1999 .
"Jelas kondisinya berbeda. Dulu 1998-1999 ekonomi kita minus juga, tapi kondisinya ga separah
sekarang yang semuanya kena, semua. Kalau dulu itu kan sebagian, ga sebanyak sekarang saya
rasa," kata dia.
"Buruh tahu dirilah. Situasi sulit saat ini, paling penting itu bertahan dulu," tambahnya.
1746

