Page 1748 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1748
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memahami situasi
saat ini membuat pengusaha susah, namun menurutnya buruh jauh lebih susah. Seharusnya
pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021.
Namun menurut Said, seharusnya bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan
penangguhan, yakni dengan tidak menaikan upah minimum. Tentunya setelah berunding
dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.
"Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.
Dia juga mengatakan, keputusan untuk menaikkan upah minimum tak masuk akal jika alasannya
pertumbuhan ekonomi.
"Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga
dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen,
padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said.
Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia menyatakan akan melakukan aksi
nasional besar-besaran di 24 provinsi selama tiga hari, yakni pada 2 November dan pada 9-10
November.
"Aksi itu akan diikuti hingga ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di
kantor Gubernur di seluruh Indonesia, dengan membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta
Kerja dan harus ada kenaikan upah minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat,"
jelasnya.
upah minimum Upah Buruh Pengusaha 1603775137233380202 0 0 2020 (c) PT Dynamo Media
Network Version 1.1.301.
1747

