Page 865 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 865

Jumlah  tersebut  merupakan  data  sementara  hingga  Selasa  (27/10),  pukul  16.35  WIB.
              Sebagaimana  diketahui,  Gubernur  wajib  menetapkan  dan  mengumumkan  UMP  2021  paling
              lambat 31 Oktober 2020.



              MENAKER SEBUT SEBAGIAN BESAR PERUSAHAAN TAK MAMPU BAYAR UPAH

              -  Usai  dikeluarkannya  surat  edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  (menaker)  mengenai
              penetapan upah minimum (UM) 2021, setidaknya sudah 18 provinsi yang telah menentukan
              sikap terkait UM provinsinya (UMP). Seluruhnya sepakat untuk mengikuti SE tersebut alias tidak
              akan menaikkan UMP tahun depan.

              Jumlah  tersebut  merupakan  data  sementara  hingga  Selasa  (27/10),  pukul  16.35  WIB.
              Sebagaimana  diketahui,  Gubernur  wajib  menetapkan  dan  mengumumkan  UMP  2021  paling
              lambat 31 Oktober 2020.

              Menaker Ida Fauziyah mengatakan, penetapan UMP ini sepenuhnya berada di tangan Gubernur
              meski  telah  ada  SE  sebagai  acuan.  Gubernur  bisa  menetapkan  UMP-nya  dengan  juga
              mempertimbangkan kondisi perekonomian daerahnya.

              "Saya kira dewan pengupahan daerah juga akan dilibatkan dalam merumuskan upah minimum
              provinsi," ujarnya ditemui usai memimpin rapat forum The 26th ASEAN Labour Ministers Meeting
              (ALMM) di Jakarta, Rabu (28/10).
              Dia menjelaskan, sebetulnya untuk penetapan UM tahun 2021 itu tetap menggunakan komponen
              kebutuhan  hidup  layak  (KHL)  sebagaimana  ketentuan-ketentuan  yang  ada  di  peraturan
              pemerintah (PP) 78/ 2015 tentang pengupahan. Di mana, PP ini bersumber dari undang-undang
              (UU) 13/2003 tentang ketenagakerjaan.
              Meski, UU dan PP ini didesain dengan tidak memprediksi adanya kondisi seperti pandemic Covid-
              19 saat ini. "Dan kalau kita melihat, penetapan nilai KHL yang kita tetapkan itu akibatnya tidak
              semua  provinsi  mengalami  kenaikan,  tapi  tidak  semua  provinsi  juga  akan  mengalami
              penurunan," paparnya.

              Ia pun memaparkan latar belakang penetapan SE Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan
              Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pertama,
              berkaitan dengan kondisi perekonomian Indonesia serta ketenagakerjaan pada masa pandemi
              covid 19 yang menurun. Penurunan tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan
              kedua yang tumbuh minus 5,32 persen.

              Kemudian merujuk data BPS tentang dampak Covid-19 terhadap perusahaan, terdapat 82,85
              persen perusahaan yang cenderung mengalami penurunan pendapatan. Kemudian, 53,17 persen
              usaha  menengah  dan  besar  serta  62,21  persen  Usaha  Mikro  dan  Kecil  mengalami  kendala
              keuangan terkait pegawai dan operasional.

              "Jadi,  intinya  sebagian  sebagian  besar  perusahaan  tidak  mampu  membayar  upah  meskipun
              sebatas upah minimum yang berlaku saat ini," jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
              tersebut.

              Kondisi tersebut kemudian didiskusikan secara mendalam bersama dewan pengupahan nasional.
              Dewan ini terdiri dari pemerintah, perwakilan yang merepresentasikan pekerja atau buruh, dan
              yang merepresentasikan pengusaha.






                                                           864
   860   861   862   863   864   865   866   867   868   869   870