Page 104 - E-Modul Kapita Selekta Bahasa Indonesia_Neat
P. 104
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Utami, M. (1990). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah.
Jakarta: PT Gramedia.
Wahyudi, S. (2008). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: PT. Grasindo.
Waluyo, H. J. (2002). Pengkajian Sastra Rekaan. Salatiga: Widyasari Press.
Waluyo, H. J. (2006). Pengkajian dan Apresiasi Prosa Fiksi. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret.
Warsiman. (2017). Pengantar Pembelajaran Sastra: Sajian dan Kajian Hasil
Riset. Malang: UB Press.
Wibowo, Timothy. 2011. Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia
Dini, diunduh dari http://www.pendidikankarakter.com. diakses pada
tanggal 21 Mei 2016
Wicaksono, A. (2014). Teori Interior. Jakarta: Griya Kreasi.
Widiansyah Aprianti.2020. Pengantar Kapita Selekta Bahasa Indonesia SD.
Jakarta: Adi Sarana Nusantara
Wina, S. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media Group.
Yanti, C. S. (2015). Religiositas Islam Dalam Ratu Yang Bersujud Karya
Amrizal Mochamad Mahdavi. Religiositas islam dalam novel, 3(15), 1–15.
Yeti Mulyati. dkk. (2007). Keterampilan Berbahasa Indonesia (Ke-1). Jakarta:
Universitas Terbuka.
Yuni Pratiwi. (2013). Sumbangan Pembelajaran Apresiasi Prosa Fiksi Terhadap
Perkembangan Moral Peserta Didik di Sekolah Dasar. J-TEQIP: Jurnal
Peningkatan Kualitas Guru, IV(1), 50–61.
Yunika Afryaningsih. (2012). Peningkatan Kemampuan Menulis Prosa Fiksi
Peningkatan Kemampuan Menulis Prosa Fiksi Dengan Menggunakan
Media Gambar Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 15 Pontianak
Selatan (Vol. 66). Pontianak.
Yunus, A. (2015). Pembelajaran bahasa berbasis pendidikan karakter. Bandung:
PT Refika Aditama.
100

