Page 34 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 34

34





                                                                                       3
               Dampak Pelaksanaan Kebijakan


               Cultuurstelsel Di Karesidenan Madiun






                       Pada  tahun  1850-an  mulai  berkembang  paham


                     Liberalisme  di  Negara  Belanda.    Paham  tersebut  juga

                     berkembang  di  Hinda  Belanda  seiring  munculnya


                     kritikan-kritikan  yang  dilakukan  oleh  golongan  Liberalis


                     dan  Humaniter.  Berbagai  kritikan  terhadap  kebijakan


                     Cultuurstelsel dilakukan oleh golongan Liberalis yang tidak

                     memiliki  kedudukan  politik  namun  ingin  menanamkan


                     modalnya  di  Indonesia.    Tidak  hanya  itu,  golongan


                     Liberalis juga menuntut hal lain. Pertama, usaha dan modal


                     swasta  mempunyai  peluang  di  Indonesia.  Kedua,

                     melindungi hak milik petani atas tanah mereka dan  hanya


                     memperbolehkan  orang-orang  asing  untuk  menyewa


                     (Undang-Undang Agraria 1870). Ketiga, penetrasi ekonomi

                     uang khususnya di daerah Jawa sebagai akibat dari adanya


                     politik  pintu  terbuka  bagi  modal  swasta/asing.  Keempat,


                     meluasnya  tanaman  perdagangan  dan  import  barang-


                     barang industri dari Belanda (Salindri,2009:138).

                            Pada  tahun  1870,  Undang-Undang  Agraria  mulai


                     diberlakukan  di  Indonesia.  Hal  tersebut  mendorong


                     tumbuhnya  modal-modal  pertanian  dan  perkebunan


                     swasta. Namun penyewaan tanah dan penanaman modal
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39