Page 37 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 37
37
tersebut sering kali menjadi penyebab terjadinya konflik
antar penduduk bumi putra (Hudiyanto, 2020:89).
3. Modernisasi Infrastruktur (1918-1930)
Pada perkembangan berikutnya, penerapan
desentralisasi membawa perubahan terutama dalam sektor
finansial. Berbagai jenis pungutan menjadi semakin
banyak. Selain itu, pemerintah kota juga membangun
beberapa infrastruktur seperti gedung Stadhuis (Balaikota)
dan perumahan, serta memperbaiki beberapa
infrastruktur seperti jalan, drainasi, dan jembatan. Adapun
dampak lain dari modernisasi juga terjadi pada aspek
distribusi bahan pangan. Dalam hal ini, pemerintah
membangun rumah potong hewan serta mengadakan
pengawasan pada tempat penjualan daging atau pasar
hewan (Hudiyanto, 2020:92).
4. Dampak Modernisasi
Modernisasi seringkali hanya menyentuh kelompok
masyarakat tertentu terutama orang orang Eropa. Hal ini
salah satunya terjadi pada pendistribusian air minum bagi
warga Eropa dengan bumi putera. Dampak lain yang
terjadi berupa modernisasi pasar yang menyebabkan
munculnya aturan penetapan tarif pasar dan membuat
jumlah pedagang jalanan semakin banyak. Tidak hanya itu,
dampak modernisasi lainnya adalah munculnya praktik
penjualan opium, minuman keras, pengelapan rekening,

