Page 38 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 38
38
uang palsu, pencurian, dan munculnya kelompok
marginal seperti pengemis. Meskipun penjajahan telah
berakhir pada tahun 1992, proses modernisasi ini terus
berjalan dan mengarah pada otonomi (Hudiyanto,
2020:95).
A. Dampak Ekonomi Pelaksanaan Cultuurstelsel di
Karesidenan Madiun
Salah satu dampak ekonomi yang tampak pada saat
pelaksanaan Cultuurstelsel di Keresidenan Madiun adalah
pembangunan dan perbaikan berbagai infrastruktur.
Sejalan dengan tuntutan untuk meningkatkan produksi
tanaman ekspor, pemerintah Belanda mulai melakukan
pembangunan dan perbaikan berbagai infrastruktur,
seperti saluran air atau irigasi dan jalur transportasi.
Infrastruktur pertama yang banyak dibangun oleh
pemerintah Belanda adalah irigasi. Berdasarkan laporan
Kolonial Verslag, disebutkan bahwa selama tahun 1856-
1868 pemerintah Belanda telah membangun 178 proyek
irigasi yang terdiri dari 68 proyek di Madiun, 57 di Ngawi,
31 di Ponorogo, 17 di Magetan, dan 5 di Pacitan. Dari
proses pembangunan proyek irigasi tersebut dihasilkan
perluasan lahan produktif. Hingga akhir abad ke 19,
proyek pembangunan irigasi di wilayah keresidenan
Madiun terus dilakukan. Bahkan, pemerintah Belanda
berhasil membangun saluran ledeng untuk air minum dan

