Page 163 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 163

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3





































                                                                                       Kegiatan Mahasiswa Kedokteran
                                                                                       UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
                                                                                       Sumber: Dokumen Universitas Islam Negeri.
           Penurunan  minat dan jumlah input pada fakultas-fakultas agama sebenarnya
           hampir  tidak ada  hubungannya dengan  perubahan IAIN/STAIN  menjadi  UIN.
           Penurunan itu bersumber setidaknya pada tiga hal. Pertama, pergeseran motivasi
           menempuh pendidikan tinggi; dari semata-mata menuntut ilmu menjadi lebih
           berorientasi ke lapangan kerja. Sampai akhir 1970-an input yang masuk IAIN
           (ketika itu belum ada STAIN yang terbentuk pada 1997; dan UIN sejak 2002),
           terutama untuk menuntut ilmu belaka, tanpa berpikir banyak tentang pekerjaan
           setelah tamat. Tetapi perubahan sosial-ekonomi sejak 1980an, kian memperkuat
           motivasi memasuki bidang yang lebih jelas kesesuaiannya dengan lapangan
           kerja yang tersedia.

           Kedua, perubahan-perubahan signifikan pada kebijakan pendidikan nasional
           secara keseluruhan. UU Sisdiknas 1989 yang menjadikan madrasah sebagai
           ‘sekolah umum’ bercirikan Islam, memunculkan berbagai jurusan umum
           pada  Madrasah  Aliyah,  seperti  IPA,  IPS,  bahasa,  dan  ketrampilan.  Ironisnya,
           MA jurusan/konsentrasi keagamaan yang juga pernah disebut sebagai MA
           PK (Program  Khusus  Keagamaan)  kian  sedikit.  Akibatnya  sudah bisa  diduga.
           Sejak 1997 ketika MA mulai menghasilkan lulusan sesuai Kurikulum Diknas
           1994, lulusan-lulusan tersebut mayoritasnya adalah lulusan umum, yang tidak
           ada sambungannya di IAIN dan kemudian juga STAIN. Sementara lulusan MA
           Keagamaan sangat  sedikit,  jauh daripada  memadai  untuk mengisi  demikian
           banyak kursi yang tersedia di IAIN, STAIN, dan kemudian juga fakultas agama
           di UIN.







                                                                                                 147
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168