Page 165 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 165

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Tetapi kebijakan Menteri Agama Maftuh
           Basuni diubah oleh Menteri Agama berikutnya
           Suryadharma Ali. Menteri Agama pengganti ini
           membuka kembali peluang bagi sejumlah IAIN
           yang memenuhi syarat akademik, kelembagaan
           dan jumlah mahasiswa untuk berubah menjadi
           UIN. Hasilnya, pada 2013, dua IAIN mendapatkan
           Keputusan Presiden RI Susilo Bambang
           Yudhoyono untuk berubah menjadi UIN yaitu
           UIN ar-Raniry Bandaaceh dan UIN Sunan Ampel
           Surabaya. Beberapa IAIN lain seperti IAIN Medan
           dan IAIN Semarang telah mengajukan proposal
           perubahan dan masih menunggu. Dalam pada
           itu, Menteri Agama Suryadharma Ali juga telah
           mengeluarkan  Surat Keputusan  perubahan
           beberapa STAIN menjadi IAIN.

           Tidak kurang pentingnya, dalam sistem PTAIN
           adalah kehadiran Program atau Sekolah
           Pascasarjana yang terdapat di seluruh UIN
           dan IAIN serta sebagian besar STAIN. Program
           Pascasarjana ini bermula di IAIN Jakarta dan IAIN
           Yogyakarta pada awal 1980-an, yang kini untuk
           tingkat S2 dan S3 terdapat di seluruh UIN dan                               Sekolah Tinggi Agama Islam
           IAIN. Sedangkan untuk tingkat S2 terdapat di sebagian besar STAIN. Selain itu,   Nahdatul Ulama, Jakarta. Jumlah
                                                                                       STAIN dan STAIS turut memberi
           juga terdapat Program S2 di sejumlah fakultas di lingkungan UIN Jakarta. Semua   kontribusi bagi peningkatan
           Program Pascasarjana ini menghasilkan lulusan dengan kualitas akademik lebih   Angka Partisipasi Kasar (APK)
           tinggi, yang banyak di antara mereka menjadi pimpinan di lingkungan PTAIN   untuk tingkat perguruan tinggi
                                                                                       Indonesia, tetapi lebih-lebih
           mereka masing-masing.                                                       lagi bagi pembinaan SDM anak
                                                                                       negeri ini.
           Sistem dan kelembagaan pendidikan tinggi Islam Indonesia lebih daripada PTAIN.   Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
           Tetapi juga mencakup Perguruan Tinggi Swasta Islam (PTAIS). Bahkan kehadiran
           PTAIS lebih mendahului PTAIN dengan berdirinya UII Yogyakarta pada Juni 1945.
           Selain PTAIS tunggal dan mandiri tersebut di seluruh Indonesia, hampir bisa
           dipastikan, sistem PTAIS terbesar dimiliki oleh Muhammadiyah . Bisa dipastikan,
           banyak ormas Islam lain juga mengembangkan PTAIS-nya masing-masing.


           Dengan raison d’etre Islam, PTAIS ini tidak hanya memiliki Fakultas Agama Islam
           (FAI), tetapi juga fakultas-fakultas umum. Karena itu, dari sudut integrasi ilmu-
           ilmu umum dengan ilmu-ilmu agama, PTAIS dalam bentuk universitas dapat
           dikatakan  sebagai  perintis  dan  pendahulu  integrasi  ilmu,  yang  kemudian—
           seperti dibahas di atas—diikuti oleh UIN.


           Tanpa menghitung fakultas-fakultas umum, menurut data terakhir Kementerian
           Agama (2012), rincian jumlah PTAIS sebagai berikut: Fakultas Agama Islam (FAI)






                                                                                                 149
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170