Page 234 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 234

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Endnotes
                                    1     A. H. Johns, “Sufism as Category in Indonesian Literature and History” Journal of Southeast
                                          Asian History Vol.2, No.2, 1961, hal.10-23. Lihat juga, Muhammad Naguib al-Attas, Some
                                          Aspects of Sufism as Understood and Practised among the Malays, (Singapore: Malaysian
                                          Sociological Research Institute Ltd., 1963), hal. 21.
                                    2     A. H. Johns, “Sufism as Category in Indonesian,…..hal.13, Naguib al-Attas, Some Aspects
                                          of Sufism, hal. 21, van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi
                                          Islam di Indonesia (Bandung: Mizan, 1995), hal. 188.
                                    3     Johns, A. H. “Sufism as Category in Indonesian,…..hal.15
                                    4     Uka Tjandrasasmita, The Arrival and Expansion of Islam in Indonesia Relating to Southeast
                                          Asia, (Jakarta: Masagung Foundation, 1985), hal.19.
                                    5     Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, (Jakarta: KPG, 2009), hal.30.
                                    6     Zamakhsyari  Dhofier,  Tradisi  Pesantren:  Studi  tentang  Pandangan  Hidup  Kyai  (Jakarta:
                                          LP3ES, 1982), hal. 34-35.
                                    7     Muhaiman AG, Islam dalam Bingkai Budaya Lokal Potret dari Cirebon, (Jakarta: Logos,
                                          2001), hal. 338
                                    8     Sokhi Huda, Tasawuf Kultural, Fenomena Shalawat Wahidiyah (Yogyakarta: LKIS, 2008),
                                          hal.37. Lihat juga, Muhammad Solikhin, Menyatu Diri dengan Ilahi (Yogyakarta: Penerbit
                                          Narasi, 2010), hal. 31.
                                    9     Solikhin, Menyatu Diri dengan Ilahi,...... hal.29.
                                    10    Badri Yatim, ”Tarekat dan Perkembangannya’, dalam Taufik Abdullah & AB Lapian (ed.),
                                          Indonesia Dalam Arus Sejarah, Jilid III, ”Kedatangan dan Peradaban Islam,” (Jakarta, Ichtiar
                                          Baru van Hoeve, 2012), hal. 365
                                    11    Alwi Shihab,  Islam Sufistik: Islam Pertama dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia
                                          (Bandung:  Mizan,  2002),  hal.171-72, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi al-Taftazani,  Sufi dari
                                          Zaman ke Zaman, (Bandung: Pustaka, 1985), hal. 234.
                                    12     Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilmu Tarekat: Uraian tentang Mistik (Solo: CV Ramadhani,1985),
                                          Cetakan ke-III, hal.74.
                                    13    Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia (Bandung: Mizan, 1992), hal.
                                          15
                                    14    Yatim, ”Tarekat dan Perkembangannya”,…..hal.365.
                                    15    Michael Gilsenan, Saints and Sufi in Modern Egypt (Oxford: Oxford University Press, 1973),
                                          hal. 1.
                                    16    Sartono Kartodirdjo, Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka Jaya, 1984),
                                          hal. 212 Lihat juga Rinkers, Kraemer, Drewes dan Poerbatjaraka.
                                    17    Martin van Burinessen,  Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di
                                          Indonesia. (Bandung: Mizan, 1995), hal.190.
                                    18    Yatim, ”Tarekat dan Perkembangannya”,…..hal.367.
                                    19    van Burinessen, “Kitab Kuning, Pesantren,”… hal.197
                                    20    Yatim, ”Tarekat dan Perkembangannya”,…..hal.367
                                    21    Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan
                                          XVIII. (Bandung: Mizan, 1994), hal. 167
                                    22    Kartodirdjo, “Pemberontakan Petani Banten”,…….:hal.44
                                    23    Oman Fathurrahman,  Tarekat Syattariyah di Minangkabau: Teks dan Konteks  (Jakarta:
                                          Prenada Media Grup, 2008), hal.22.
                                    24    Said Aqil Siroj,  Tasawuf Sebagai Kritik Sosial:  Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi,
                                          Bukan Aspirasi, (Bandung: Mizan Pustaka, 2006), hal. 98.
                                    25    Azra, “Jaringan Ulama Timur Tengah,”…… hal.167-169
                                    26    van Burinessen, “Kitab Kuning, Pesantren,”…  hal.208. lihat juga, Shihab, “Islam
                                          Sufistik”,…hal.175.
                                    27    van Burinessen, “Kitab Kuning, Pesantren,”… hal.209
                                    28    van Burinessen, “Kitab Kuning, Pesantren,”… hal.274
                                    29    J. Spencer Trimingham, The Sufi Orders in Islam. London: Oxford University Press, 1971),
                                          hal.37-40.
                                    30    Shihab, “Islam Sufistik”,…hal.173, van Burinessen, “Kitab Kuning, Pesantren,”… hal.192.




                    218
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239