Page 229 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 229
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Besar kemungkinan, kasus di atas memiliki pola yang sama dengan kasus
yang menimpa gerakan tarekat lainnya. Para pejabat kolonial Belanda selalu
melakukan pengawasan yang ketat terhadap guru-guru tarekat dan kegiatannya,
dan itu berlaku di seluruh daerah di mana tarekat tersebut diamalkan oleh
penduduknya. Namun, karena merasa sulit mengontrol ulama tarekat dan
kegiatan-kegiatannya, penguasa kolonial Belanda berusaha melakukan apa
saja yang dipandang dapat mencegah pengaruh para guru tersebut, termasuk
melarang buku-buku mereka tersebar. 88
Tarekat dan Politik: Potret Kontemporer
Meskipun tasawuf atau tarekat merupakan dimensi batin dan esoterik Islam,
ia memiliki keterkaitan yang erat dengan politik dan kekuasaan. Hal ini jelas Meskipun tasawuf atau
membantah pandangan yang menganggap bahwa kaum Sufi merupakan tarekat merupakan
dimensi batin dan
kelompok pasif dan anti-dunia. Hubungan tasawuf atau tarekat dengan politik esoterik Islam, ia
dapat diungkapkan secara jelas, misalnya, dalam perkembangan dua tarekat memiliki keterkaitan
yang erat dengan
besar yang memiliki ciri-ciri puritanis dan aktivis, yaitu Sammaniyyah dan politik dan kekuasaan.
Qadiriyyah-Naqsyabandiyyah. Hal ini jelas membantah
pandangan yang
menganggap bahwa
Tarekat Sammaniyyah tercatat memiliki hubungan yang harmonis dengan kaum Sufi merupakan
penguasa Kesultanan Palembang, di mana tarekat ini tidak hanya menjadi kelompok pasif dan
amalan dzikir untuk keperluan akhirat semata tetapi juga telah mempengaruhi anti-dunia. Hubungan
kehidupan politik. Hal ini, misalnya, terlihat dalam kasus keterlibatan para guru tasawuf atau tarekat
dengan politik dapat
tarekat dan pengikutnya dalam Perang Menteng yang berhasil mengalahkan diungkapkan secara
serangan pertama pasukan Belanda. Pasukan Palembang yang notabene adalah jelas, misalnya, dalam
para guru tarekat dan pengikut tarekat Sammaniyah tersebut berjihad di jalan perkembangan dua
tarekat besar yang
Allah melawan Belanda dengan menggunakan amalan-amalan tarekat. Pola memiliki ciri-ciri
89
yang sama digunakan oleh para pengikut Tarekat Sammaniyyah di Kalimantan puritanis dan aktivis,
Selatan. Bermodal amalan-amalan tarekat Sammaniyah yang ajarkan Penghulu yaitu Sammaniyyah
dan Qadiriyyah-
Abdurrasyid, mereka dengan gigih terlibat dalam pemberontakan melawan Naqsyabandiyyah.
Belanda tahun 1860-an yang dikenal dengan Gerakan Beratib Beamal. 90
Di masa Orde Baru, keterlibatan tarekat Sammaniyah dalam dunia politik dapat
dilihat, misalnya, pada kasus perkembangan tarekat Sammaniyah di Sulawesi
Selatan. Adalah Haji Ibrahim (wafat 1982), cucu dari Haji Abdullah seorang
213

