Page 224 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 224
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Delapan belas harinya Sabtu
bulan Sya’ban ketika waktu
pukul empat jamnya itu
haji berdzikir di pamaratan tentu
Haji ratib di pengadapan
berkampung menghadap ayapan
tidaklah ada malu dan sopan
Ratib berdiri berhadapan
La ilaha illa allah dipalukan kekiri
kepada hati nama sanubari
datanglah opsir memaksa berdiri
haji berangkat opsirpun berlari
Haji terteriak Allahu Akbar
datang mengamuk tak lagi sabar
dengan tolong Tuhan Malik Al-Jabar
serdadu menteng habislah bubar
Di situlah haji lama berdiri
dikerubungi serdadu Holanda pencuri
lukanya tidak lagi terperi
fanalah haji lupakan diri
Dalam serangan pertama, mereka dapat mengalahkan pasukan Belanda tetapi
Pengikut Tarekat dalam serangan berikutnya mereka kalah. Dalam Perang Menteng tersebut
Sammaniyyah di
Kalimantan Selatan banyak guru dan pengikut tarekat yang gugur, termasuk Haji Muhammad Zain,
pernah terlibat dalam menantu dan khalifah Syekh Abdussamad sendiri. Haji Muhammad Zain adalah
pemberontakan pemimpin dalam peristiwa tersebut, seperti tertulis dalam Syair Perang Menteng:
melawan Belanda
tahun 1860-an
yang dikenal Diikutlah segala haji yang garang
dengan Gerakan Haji Zain kepalanya sekarang
Beratib Beamal. itulah mula jadi berperang
Pemberontakan
berlangsung selama di kota lama sampai diserang
bertahun-tahun dan
para pemberontak
menerima baiat dan
diberi jimat-jimat
oleh seorang guru Seperti halnya di Palembang, pengikut Tarekat Sammaniyyah di Kalimantan
tarekat yang bernama
Penghulu Abdurrasyid. Selatan pernah terlibat dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1860-
an yang dikenal dengan Gerakan Beratib Beamal. Pemberontakan berlangsung
208

