Page 359 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 359
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
BAB VIII
Lembaga Agama yang Didirikan
dan Disponsori Negara:
Membincang Kementerian Agama
dan Majelis Ulama Indonesia
ndonesia tidak bisa dilepaskan dari isu Islam. Sebagai agama mayoritas
Pada masa
penduduk, Islam telah menjadi bagian penting dari masalah politik dan kolonialisme Belanda,
Imenejemen kekuasaan. Pada masa kolonialisme Belanda, sejalan dengan sejalan dengan
upaya membangun kekuasaan di negeri ini, urusan agama telah menjadi upaya membangun
kekuasaan di negeri
fundamen bagi administrasi pemerintah Hindia Belanda. Beberapa lembaga ini, urusan agama telah
1
yang dirancang untuk mengurusi masalah Islam dibentuk pada waktu itu, yang menjadi fundamen
sekaligus berfungsi sebagai alat pemerintah Belanda dalam mengawasi dan bagi administrasi
mengatur masyarakat berikut praktik keagamaan mereka. pemerintah Hindia
Belanda.1 Beberapa
lembaga yang
Hal yang sama juga berlaku pada masa kolonialisme Jepang. Persoalan agama dirancang untuk
tetap menjadi isu utama dalam kebijakan administrasinya untuk urusan pribumi. mengurusi masalah
Islam dibentuk
Di era ini, pemerintahan Jepang membentuk Shumubu dan Shumuka untuk pada waktu itu,
mengelola persoalan agama masyarakat dari tingkat pusat sampai daerah . yang sekaligus
2
Pasca-kemerdekaan 1945, pemerintah Indonesia melanjutkan kebijakan sentral berfungsi sebagai alat
pemerintah Belanda
ini dengan membentuk Kementerian Agama. Kemudian pada masa Orde Baru, dalam mengawasi dan
badan keagamaan di luar pemerintah namun berpengaruh cukup signifikan mengatur masyarakat
berikut praktik
terhadap kebijakan negara dibentuk dengan nama Majelis Ulama Indonesia keagamaan mereka.
(MUI).
343

