Page 364 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 364

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Mukti Ali meluncurkan proyek besar dialognya lewat program yang
                                    dinamakan “Proyek Pembinaan Kerukunan Hidup Antar-Umat Beragama”.
                                    Sebagai seorang guru besar bidang perbandingan agama, Mukti Ali
                                    berkeyakinan bahwa polemik Islam-Kristen tidak akan bias didamaikan
                                    tanpa konsep hidup bersama yang konstruktif, yang dapat menjamin hak
                                    dan keberlangsungan masing-masing. Maka dalam usaha menciptakan
                                    hubungan yang kondusif antara pemeluk agama-agama dan memperlancar
                                    agenda besar pembangunan, Mukti Ali mengedepanan ide menghidupkan
                                    gairah  beragama dengan menciptakan konsep hidup koeksisten antar-
                                    pemeluk agama, saling toleran, menghormati dan berdialog. Sikap demikian,
                                    menurutnya, akan tumbuh jika masing-masing pemeluk agama menekankan
                                    bahwa agama yang ia peluk adalah agama yang terbaik, namun pada saat
                                    yang sama mengakui bahwa antara-agama yang satu dan lainnya terdapat
                                    banyak kesamaan, di samping perbedaan. Sikap beragama demikian disebut
                                    agree in disagreement (setuju dalam perbedaan). 16


                                    Kata kunci menuju kerukunan beragama adalah dialog. Lewat dialog
              Kata kunci menuju     akan terbangun sikap respek yang saling menguntungkan di antara umat
             kerukunan beragama     beragama.  Mengapa  demikian?  Karena  dialog  adalah  jembatan  untuk
                adalah dialog.
              Lewat dialog akan     mencapai pemenuhan kebutuhan manusia atas pengakuan, kepercayaan,
               terbangun sikap      dan respek antara satu sama lain. Dalam konteks Kementerian Agama,
              respek yang saling
              menguntungkan di      bagi Mukti Ali, tujuan dialog antar agama adalah bagaimana pemerintah
            antara umat beragama.   menyediakan suatu modus vivendi yang dapat membawa komunitas agama
             Mengapa demikian?      yang berbeda-beda saling menghormati, memahami, dan menyadari bahwa
             Karena dialog adalah   mereka hidup bersama dalam satu payung kebangsaan.  Term kebangsaan
                                                                                           17
               jembatan untuk
             mencapai pemenuhan     dipakai oleh Mukti Ali untuk membangun pluralisme bangsa yang tampak
             kebutuhan manusia      terkoyak. Ia sama sekali tidak mengedepankan bangunan pluralitas negeri
               atas pengakuan,      ini di bawah fondasi agama atau capaian etnis tertentu. Di matanya,
              kepercayaan, dan
              respek antara satu    konsep kebangsaan yang dimiliki negeri ini sebagaimana terdapat di dalam
                  sama lain.        Pancasila sudah sangat mumpuni, dan lebih daripada itu ia netral terhadap
                                    kepentingan kelompok tertentu.

                                    Keyakinan Mukti Ali ini selaras dengan perkembangan pemikiran Islam di
                                    luar birokrasi negara pada saat itu, sebagaimana dikembangkan Nurcholish
                                    Madjid  (Cak  Nur)  dalam  konteks  ide  sekularisasi  dan  pluralisme  agama.
                                    Hubungan  kedua  arus  ini  sendiri  tampak  salaing  memperkuat  satu  sama
                                    lain: pembaharuan teologi keislaman Cak Nur secara langsung maupun tidak
                                    langsung mendapatkan institusionalisasinya lewat kebijakan yang dibuat
                                    Mukti Ali, sementara konsep dialog agama berbasis kebangsaan Mukti Ali
                                    memperoleh penguatan  teologis  dan  dukungan  kultural kemasyarakatan
                                    lewat diseminasi gagasan-gagasan dari pemaknaan baru doktrin keislaman
                                    yang dibawa Cak Nur.










                    348
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369