Page 93 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 93
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
BAB I
Pesantren:
Dari Sistem Pendidikan Tradisional
sampai Sistem Pendidikan Modern
esantren adalah lembaga pendidikan Islam berasrama, di mana para siswa
tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seorang guru yang
Pdikenal dengan sebutan kiai, atau ajengan untuk konteks masyarakat
Jawa Barat. Kata dasar pesantren adalah “santri”, berasal dari bahasa Tamil
yang berarti guru mengaji. Ada juga yang berpendapat bahwa istilah pesantren
berasal dari kata shastri yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu atau ahli
dalam buku-buku suci agama Hindu. Sebutan pesantren sampai dengan tahun
1960-an lebih banyak dipergunakan di pulau Jawa dan Madura. Sementara di
luar pulau itu, lembaga semacam pesantren ada yang mempunyai nama sama
seperti di Jawa, namun ada pula yang mempunyai nama tersendiri, seperti surau
(daerah Minangkabau) dan dayah (di wilayah Aceh Darussalam).
Secara tradisi, sebuah
Dari segi bahasa, cukup jelas terdapat pengaruh asing pada lembaga pesantren. lembaga pendidikan
Orientasi pendidikannya pun boleh dikatakan tidak ke Indonesia, melainkan ke Islam akan disebut
dunia internasional, tepatnya Mekkah. Meskipun demikian, pesantren tetap bisa pesantren jika telah
dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam khas Indonesia, karena beberapa memiliki lima unsur
utama, yaitu kiai,
aspek pesantren berbeda dengan sekolah tradisional di dunia Islam manapun. santri, masjid, kitab
1
Secara tradisi, sebuah lembaga pendidikan Islam akan disebut pesantren jika (buku ajar), dan pondok
telah memiliki lima unsur utama, yaitu kiai, santri, masjid, kitab (buku ajar), dan atau kobong.
2
pondok atau kobong.
77

