Page 96 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 96

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3






























           Masjid Pondok Pesantren Termas ketika awal dididirikan (kiri) dan bangunan masjid setelah mengalami proses rehabilitasi (kanan).
           Terdapat kesamaan struktur bangunan yang menggunakan pilar penyangga dibagian pintu masuk dan menggunakan atap tumpang.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.




                                    harapkan kelak dapat menyelenggarakan pendidikan agama Islam di desanya.
                                    Harun misalnya, selama 12 tahun belajar di pesantren Tremas, Pacitan, tiap
                                    bulannya menerima kiriman uang dari orang tuanya sbesar f.35 (35 gulden),
                                    suatu jumlah yang cukup besar untuk waktu itu. Uang tersebut merupakan
                                    sumbangan dari keluarga terdekat orang tuanya yang menginginkan agar Harun
                                    menjadi kiai. Harapan itu memang tidak sia-sia, Harun dapat menyelesaikan
                                    pendidikannya, dan setelah Indonesia merdeka ia dikenal sebagai pemimpin
                                    Pesantren Darunnajah, Banyuwangi.
                                                                      4










                                    Unsur-unsur Pesantren





                                    Menurut Zamakhsyari Dhofier, kompleks pesantren di Jawa Tengah dan Jawa
                                    Timur biasanya dikelilingi dengan tembok yang relatif tinggi, untuk mengawasi
                                    keluar dan masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan
                                    oleh pimpinan pesantren. Ciri-ciri yang disebut Dhofir rupanya bukan merupakan
                                    ciri umum untuk di seluruh pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.
                                    Di wilayah Priangan Barat dan Bogor misalnya, pesantren-pesantrennya tidak






                     80
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101