Page 97 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 97
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Gambaran Pondok Pesantren
Mojosari di Jawa Timur. Besar
kecilnya sebuah pesantren, tidak
diukur oleh luas tanah atau tinggi
bangunannya, melainkan dari
kharisma kiai sebagai pemimpin
tertinggi di pesantren.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
dikelilingi benteng tembok, melainkan hanya dibatasi oleh pagar tanaman.
Penduduk sekitarnya relatif bebas keluar masuk pesantren. Bahkan mesjid yang Besar kecilnya sebuah
berada di kompleks pesantren biasanya dipergunakan pula oleh penduduk pesantren, tidak diukur
oleh luas tanah atau
setempat untuk kegiatan salat sehari-hari secara berjamaah, terutama dalam tinggi bangunannya,
salat Jumat. Demikian pula halnya beberapa dayah di wilayah Aceh, mempunyai melainkan dari
ciri-ciri yang kurang lebih sama dengan yang ada di Jawa Barat. Besar kecilnya kharisma kiai
sebuah pesantren, tidak diukur oleh luas tanah atau tinggi bangunannya, sebagai pemimpin
melainkan dari kharisma kiai sebagai pemimpin tertinggi pesantren yang tertinggi pesantren
tercermin dari banyaknya santri mukim, terutama yang berasal dari luar daerah, yang tercermin dari
banyaknya santri
serta jumlah jamaah yang menghadiri tabligh-tabligh terbuka, baik yang mukim, terutama
diselenggarakan di pesantrennya, maupun yang di luar pesantrennya. yang berasal dari
5
luar daerah, serta
jumlah jamaah yang
menghadiri tabligh-
tabligh terbuka, baik
yang diselenggarakan
Unsur Kiai di pesantrennya,
maupun yang di luar
pesantrennya.
Dari kelima unsur yang paling menonjol dan paling kuat pengaruhnya terhadap
kehidupan pesantren adalah kiai. Karena jatuh bangunnya lembaga pesantren
hampir semua tergantung kepada kemampuan sang kiai, baik kemampuan
manajerial maupun kemampuan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan,
termasuk dalam memberi solusi terhadap berbagai permasalahan yang
disodorkan masyarakat kepadanya.
81

