Page 171 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 171
afektif, cara belajar yang melibatkan emosional dengan apa yang akan dipelajari. Ketiga,
ranah motorik, yang lebih diarahkan kepada kemampuan melatih keterampilan seseorang.
Museum memberikan kemungkinan belajar dalam ranah-ranah tersebut. Untuk
membuat program-program yang bersifat edukatif di museum memang sulit, tetapi harus
dilakukan oleh pihak museum. Museum sangat berperan dalam pembelajaran kepada
pengunjung, khususnya kalangan siswa karena akan mendapatkan pengalaman fisik, meliputi
pengamatan, pendengaran, dan percobaan tentang dunia kebaharian. Hal yang demikian
merupakan sumber pengayaan bagi bahan ajar.
Sebagai rujukan yang dapat memberikan inspirasi bagi penataan museum sebagai
mitra pendidik dapat digunakan konsep Empat Tiang Pendidikan yang dirumuskan oleh
UNESCO. Keempat pilar pendidikan, sebagai berikut. Pertama, belajar untuk mengetahui.
Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan pengetahuan atau alih pengetahuan sehingga
orang yang sedang belajar dapat memperoleh pengetahuan baru yang lebih banyak. Museum
yang terlibat dalam proses pembelajaran kognitif ini dituntut supaya lebih informatif.
Pameran yang disajikan seharusnya mengandung informasi yang memadai dan disajikan
dengan cara yang komunikatif sehingga pengunjung dengan mudah memahami dan mengerti
informasi pengetahuan yang disampaikan oleh pihak museum.
Salah satu cara dalam mencapai tujuan tersebut, pihak museum memamerkan benda-
benda koleksi bahari secara konstektual. Koleksi bahari yang dipamerkan ditampilkan dalam
konteks yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada informasi tentang koleksi itu sendiri.
Misalnya, Bubu sebagai alat tangkap tradisional, koleksi tersebut dipamerkan atau diletakkan
dalam situasi yang terkait dengan sesuatu yang lain atau informasi secara holistik. Dengang
demikian, pengunjung dapat memahami secara menyeluruh tentang koleksi tersebut.
Kedua, belajar untuk melakukan. Pendidikan yang baik akan mengajarkan kepada
orang bagaimana dia dapat melakukan sesuatu yang diinginkan. Keterampilan ini biasanya
dicapai dengan berlatih, mencoba atau bereksperimen sehingga mendapatkan pengalaman
untuk dapat melakukan sesuatu dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan sarana-sarana
pembelajaran yang mendorong aktivitas untuk mencoba, menjelajahi sesuatu yang baru,
bersentuhan langsung, dan mengalami sendiri.
Museum dapat menjadi tempat belajar melakukan sesuatu dengan menyajikan
tampilan koleksi yang interaktif. Pengunjung tidak saja dapat melihat, membaca ataupun
menikmati sajian koleksi yang dipamerkan, tetapi juga ikut serta aktif mencari dan
mendapatkan informasi. Mereka tidak hanya diberi pengetahuan, tetapi juga diberi
kesempatan untuk mengalami dan menyimpulkan sendiri apa yang dialami tanpa harus
3

