Page 174 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 174

(1) Hand on Activity. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk dapat

                   mengalami sendiri aneka ragam aktivitas kehidupan bahari melalui materi yang disajikan
                   di museum. Misalnya, tentang kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan pada masa lalu

                   melalui tinggalan material. Dalam kegiatan ini pengunjung dapat meraba, mengangkat,
                   atau  mengamati  koleksi  secara  lebih  jelas  dan  lebih  detail.  Diperbolehkan  juga  untuk

                   menyentuh dan bereksplorasi sepenuhnya terhadap benda-benda yang disajikan, dengan
                   harapan mendapatkan gambaran yang jelas tentang koleksi yang dipamerkan.



               (2) Museum Masuk Sekolah.
                   Museum masuk sekolah adalah kegiatan yang dilaksanakan dengan mendatangi sekolah-

                   sekolah dalam berbagai jenjang pendidikan yang jaraknya jauh dari museum. Program ini

                   bertujuan untuk memberikan kepada peserta didik berbagai pengetahuan dan pengalaman
                   kebaharian  yang  dimiliki  oleh  museum.  Kegiatan  ini  dapat  dilaksanakan,  baik  dalam

                   bentuk ceramah atau sosialisasi maupun dalam bentuk pemutaran film dokumenter atau
                   slide  tentang  dunia  kebaharian.  Kegiatan  ini    penting  artinya  dalam  rangka

                   memasyarakatkan museum kepada sekolah-sekolah. Dengan demikian, para siswa beserta
                   guru dapat merasakan pemanfaatan museum sebagai sumber pembelajaran.



               (3) Diorama
                   Maket dan model diorama dapat menjadi media dalam pembelajran sejarah dan budaya

                   bahari. Diorama yang bagus dapat dijumpai pada museum-museum tertentu, tetapi dalam
                   skala  kecil  dapat  diperoleh  melalui  kreasi  dan  dibuat  sendiri  oleh  guru.  Model  ini

                   merupakan  suatu  bentuk  media  pembelajaran  sejarah  secara  khusus  sebab  yang
                   diperagakan dan ditunjukkan bukan hanya bangunan atau peninggalan sejarah saja, tetapi

                   kegiatan  atau  peristiwa  yang  penting    tentang  kebaharian  dapat  ditunjukkan    dan

                   diperagakan.  Dalam  model  ini  anak-anak  dapat  terlibat  langsung  sehingga  dapat
                   menumbuhkan keberanian anak dalam hal peran dan mengemukakan pendapat. Dengan

                   demikian,  selain  dapat  menciptakan    empati  sekaligus  simpati,  dapat  pula

                   menumbuhkembangkan nasionalisme pada anak didik.


               (4) Media Gambar
                   Media  yang  banyak  digunakan  dalam  pembelajaran  adalah  gambar  sehingga  dituntut

                   kreatifitas  guru  untuk  memilah  gambar-gambar  yang  bermakna  kebaharian  untuk
                   dijadikan  media  dalam  pembelajaran.  Misalnya,  foto  benda-benda  peninggalan  sejarah


                                                            6
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179