Page 173 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 173
Dengan masuk atau hidup dalam budaya lain, manusia mendapatkan hal-hal baru yang masih
asli yang tidak mereka temui dalam kehidupan kesehariannya sehingga dapat memperkaya
diri secara rohaniah.
Museum sebagai tempat pelestarian dan penyajian masa lampau kebaharian dapat
menjadi “cermin” ke masa lampau atau ke negeri lain. Hal itu dimaksudkan untuk mengenali
seluk beluk keadaan di tempat lain, lingkungan lain, komunitas lain, dan budaya lain. Melalui
museum, siswa dapat beriteraksi dengan budaya dan komunitas kebaharian yang
dipresentasikan di museum. Kunjungan ke museum mempunyai peran yang sama dengan
berwisata, yaitu sebagai upaya melepaskan diri dari kejenuhan kehidupan lama dan mencoba
menjejaki dan mencari makna hidup yang baru. Untuk itu, museum yang mendidik untuk
belajar hidup bersama harus berusaha merancang materi pamerannya agar peristiwa, budaya,
keadaan, dan hasil pencapaian di bidang kebaharian pada masa lampau dapat menjadi
pelajaran bersama yang menggugah kesadaran untuk tidak melakukan hal-hal yang buruk
seperti dulu, tetapi justru mendorong siswa untuk melakukan hal-hal yang baik pada masa
depan.
Selain peran aktif pihak museum dalam proses pembelajaran di museum, guru juga
dituntut lebih berperan aktif, apalagi pembelajaran sejarah dan budaya baharí untuk semua
tingkatan pendidikan sangat luas dan kompleks. Guru harus menguasai materi ajar kemudian
dituntut untuk mampu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan,
metode, dan model mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam
menggunakan media, guru sebaiknya mampu dan memanfaatkan berbagai media yang
tersedia dan menyajikannnya secara efektif. Guru dituntut untuk dapat mengemas bahan ajar
dan menggunakan metode, model, dan media yang sesuai dengan tuntutan dari apa yang
harus dicapai dan diketahui tentang kabaharian.
2) Metode Pembelajaran
Proses pembelajaran selain diawali dengan perencanaan yang bijak dan didukung
oleh komunikasi yang baik, juga tidak terlepas dan didukung oleh pengembangan strategi
yang mampu membelajarkan siswa. Perekayasaan proses pembelajaran sejarah dan budaya
bahari di museum dapat didesain oleh kurator, edukator museum, dan guru sedemikian rupa,
sehingga penggunaan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran media tidak dapat
diabaikan. Bagaimana dan apa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah dan
budaya bahari di museum. Beberapa cara dan media yang dapat dilakukan, sebagai berikut.
5

