Page 239 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 239
28
memiliki postur TNI- AL sampai kepada tingkat green water navy dimana
dalam kekuatan green water navy ini harus didukung oleh postur dan peralatan
yang muktahir antara lain Kapal Kombatan, LST untuk operasi amfibi, Pesawat
Udara Patroli Maritim, Kapal Ranjau dan Sistem Pertahanan Pantai yang kuat
dengan dukungan radar yang mampu beroperasi selama 24 jam. Juga tidak kalah
pentingnya adalah kekuatan TNI-AU yang terdiri atas pesawat buru sergap,
Helikopter Serbu, Pesawat Pengangkut pasukan hingga memiliki radar- radar
udara yang mampu beroperasi secara maksimal.
Dalam menanggulangi kerawanan di laut, diperlukan postur pertahanan
29
yang memiliki daya tangkal. Letjen. TNI (Purn.) Kiki Syahnakri berpendapat
bahwa postur pertahanan yang memiliki daya penangkalan dapat dilihat dari 3
(tiga) hal, yaitu: kekuatan, kemampuan dan penggelaran. Kekuatan di sini
diartikan sebagai kualitas dan kuantitas persenjataan. Seperti tipe pesawat tempur,
kapal selam, kapal perang, tank, dan lain-lain beserta jumlahnya. Sedang
kemampuan adalah kemampuan personil pertahanan dalam mengoperasikan
kekuatannya. Seperti kemampuan penerbang dalam melakukan pertempuran
udara, awak kapal selam dalam melakukan submarine warfare, awak MBT dalam
pertempuran dengan tank, dan lain-lain.
28 Ada 3 Jenis doktrin kekuatan Angkatan Laut pada berbagai negara yaitu 1. Brown Water Navy
adalah kemampuan Angkatan laut suatu negara untuk menghadirkan kekuatan militernya sampai
kepada wilayah laut dalam negaranya serta garis pantainya. 2. Green Water Navy adalah
kemampuan Angkatan Laut suatu negara untuk menghadirkan kekuatan militernya sampai kepada
wilayah perbatasan negaranya. 3. Blue Water Navy adalah kemampuan Angkatan Laut suatu
negara untuk menghadirkan kekuatan militernya keberbagai penjuru dunia. Lihat Dalam buku Aris
Priyono Wibowo, Kilas Balik TNI- Angkatan Laut 2005-2006, (Jakarta : Dinas Penerangan TNI-
Angkatan Laut , 2007) halaman 86
29 Ian Montratama. 2014. Analisis “Deterrence Perception” atas Kemampuan Alat Utama Sistem
Senjata Malaysia Dihadapkan dengan Indonesia dalam Konteks Pengendalian Blok Laut Ambalat
(2010-2014). Unhan: Tesis.
60

