Page 234 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 234

Pemerintah  daerah  dengan  otoritas  yang  diberikan  pemerintah  pusat,  dapat


                        mengatur terwujudnya investasi asing ke daerahnya. Hal ini pun sejalan dengan

                        adanya  kebijakan  sejumlah  negara  maju  yang  memiliki  program  bantuan  luar


                        negeri (foreign aid) kepada negara-negara berkembang.

                               Hal  lain  yang  penting  dalam  konektivitas  ini  adalah  adanya  hubungan


                        (interkoneksi) antara rute pelayaran laut dengan prasarana darat (seperti jalan raya

                        dan jalur kereta) dan udara. Interkoneksi ini akan membuat lalu lintas orang dan


                        barang  menjadi  semakin  mudah,  murah,  dan  menjangkau  daerah-  daerah  yang

                        lebih luas lagi.

                           d.  Diplomasi Maritim


                               Dalam  diplomasi  maritim,  ada  tiga  hal  yang  perlu  dijadikan  panduan,

                        yaitu: (1) perlunya untuk selalu memprioritaskan kepentingan nasional Indonesia;


                        (2)  perlunya  untuk  memperjuangkan  kepentingan  ASEAN  dimana  Indonesia

                        dianggap  sebagai  pemimpin  alami  ASEAN;  (3)  perlunya  untuk  selalu


                        mengupayakan  solusi  win-win  dari  masalah  sengketa  antara  negara  anggota

                        ASEAN dengan pihak lain di luar ASEAN, seperti dengan kekuatan besar (AS,


                        Tiongkok,  India,  dan  Jepang).  Ketiga  panduan  ini  dapat  saja  memiliki  potensi

                        konflik  satu  sama  lain.  Sehingga  perlu  adanya  prioritas  dari  ketiganya  dan


                        prioritas  yang  paling  rasional  adalah  dengan  mengedepankan  kepentingan

                        Indonesia  dahulu,  kemudian  ASEAN,  dan  baru  kepentingan  kekuatan-kekuatan


                        besar.

                               Kepentingan  nasional  yang  menonjol  saat  ini  adalah  penegakan  hukum

                        atas penangkapan ikan ilegal, penyelundupan dan sengketa wilayah. Pemerintah






                                                              55
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239