Page 229 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 229

Palangkaraya  merupakan  pandangan  visioner  dengan  nilai  nasionalisme  yang


                        tinggi. Sudah saatnya pemerataan pembangunan ekonomi Indonesia dikondisikan

                        untuk  lebih  menyebar  ke  luar  Jawa.  Perlu  kemauan  para  elit  politik  untuk


                        bergerak dari zona nyaman menuju kesejahteraan sosial yang lebih merata. Jika

                        dikaitkan dengan visi Poros Maritim Dunia, maka perubahan budaya keluar Jawa


                        harus diprioritaskan pada pembangunan sentra pertumbuhan ekonomi yang berada

                        di  pesisir  pantai.  Sentra-sentra  ekonomi  baru  ini  akan  menjadi  sentra-sentra


                        kegiatan  sosial-budaya  baru  di  Indonesia  yang  dilengkapi  dengan  prasarana

                        pelabuhan  laut  dalam  (deep  sea  port)  yang  memadai  agar  proses  transformasi


                        pembangunan dapat terakselerasi lebih cepat.

                               Kalau  zaman  dahulu  leluhur  bangsa  Indonesia  dapat  tampil  sedemikian

                        hebat,  seharusnya  bangsa  Indonesia  saat  ini  bisa  mengulangi  kehebatan


                        leluhurnya.  Harus  diakui,  masih  banyak  persoalan  bangsa  ini  mulai  dari  yang

                        kelas  berat  seperti  pudarnya  nilai-nilai  Pancasila,  sampai  dengan  yang  kelas


                        ringan  seperti  budaya  mencari  kesenangan  secara  instan.  Di  sinilah  perlunya

                        bangsa Indonesia melakukan revolusi mental dengan penuh kesadaran kembali ke


                        jati diri Pancasila.

                           b.  Ekonomi Maritim


                               Untuk  menjadi  Poros  Maritim  Dunia,  maka  infrastruktur  tol  laut  seperti

                        sarana prasarana pelabuhan, kapal angkut / penumpang, alat navigasi pelayaran,

                        juga  harus  dibangun.  Kita  banyak  sekali  memiliki  pulau  /  pelabuhan  -  Pulau


                        Sabang,  Pulau  Batam,  Pulau  Bintan,  Cilacap,  Bitung,  Palu,  Kupang,  dan

                        Sorong  -  yang  sebenarnya  sangat  cocok  dikembangkan  menjadi  deep  sea  port






                                                              50
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234